Waspada! Terjadi Kenaikan Kasus Covid-19 di 20 Daerah

Nusantaratv.com - 31/10/2021 15:27

Johnny G Plate/ist
Johnny G Plate/ist

Penulis: Ramses Manurung

Jakarta, Nusantaratv.com-Penanganan pandemi covid-19 di Tanah Air menunjukkan tren perbaikan yang ditandai dengan penurunan drastis jumlah kasus baru. Kendati demikian, seluruh masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap kenaikan kasus covid-19 sekecil apapun di wilayah masing-masing. 

Masyarakat diminta untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan agar tidak terjadi gelombang baru covid-19. 

“Kenaikan kasus sekecil apapun, adalah bukti bahwa virus Covid-19 masih hidup di sekitar kita. Jangan sampai kita mengendorkan protokol kesehatan, karena setiap kelengahan dapat memicu kembali terjadinya proses transmisi dan lonjakan kasus,” papar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Minggu (31/10/2021).

Johnny menekankan kondisi kasus covid-19 di Indonesia yang terkendali, bukan alasan untuk mengendurkan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan. 

Saat ini angka kasus aktif secara nasional berada di titik rendah (sekitar 12.400 kasus aktif per 28 Oktober 2021) dan telah menurun selama 15 minggu. 

“Angka kasus yang rendah ini perlu kita pertahankan agar tidak kembali meningkat,” tegasnya mengutip okezone.

Ajakan untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan digaungkan karena berdasarkan rilis data Kementerian Kesehatan per 28 Oktober 2021, terjadi tren peningkatan kasus positif Covid-19 di 20 kabupaten/kota selama tujuh pekan terakhir.

Baca juga: Hari Ini Tambah 620 Kasus, RI Masuk Daftar Negara Level 1 Covid-19

Kenaikan terjadi di beberapa lokasi seperti, Kab. Nagan Raya (Aceh), Kepulauan Meranti (Riau), Jakarta Timur (DKI Jakarta), Kota Depok dan Kota Bekasi (Jabar), serta Kota Surakarta (Jateng). 

“Kenaikan kasus Covid-19 di daerah-daerah harus jadi perhatian bersama karena ini sudah memasuki fase jelang libur Nataru (Natal dan Tahun Baru),” tutur Johnny.

Belajar dari pengalaman tahun lalu, mobilitas masyarakat saat libur panjang cenderung meningkat dan berdampak pada lonjakan kasus. Johnny menekankan, peningkatan mobilitas seharusnya dibarengi dengan pengetatan ketaatan protokol kesehatan dari tiap individu, guna menekan risiko penularan. 

Seluruh pimpinan daerah pun diharapkan bergerak lebih aktif, memantau setiap parameter penanganan pandemi secara berkala, agar bisa mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi lonjakan kasus. Parameter yang dimaksud seperti jumlah kasus aktif, positivity rate, dan bed occupancy ratio (BOR).  

Selain itu, pemangku kebijakan di daerah serta seluruh elemen juga harus memperkuat cakupan vaksinasi, menggencarkan 3T (testing, tracing, treatment), dan penggunaan PeduliLindungi di berbagai tempat umum yang menjadi lokasi berkumpulnya masyarakat. Seperti mal, kafe, pasar, dan tempat wisata. 

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in