Waspada! BMKG Sebut Cilegon Berpotensi Dilanda Tsunami Setinggi 8 Meter

Nusantaratv.com - 01/12/2021 14:58

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati/ist
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati/ist

Penulis: Ramses Manurung

Jakarta, Nusantaratv.com-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut wilayah Cilegon Banten berpotensi dilanda tsunami dengan ketinggian 8 meter.  

Hal itu diungkapkan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat rapat kerja bersama Komisi V DPR, di Jakarta, Rabu (1/12/2021). 

"Zona rawan tsunami di Cilegon Banten, itu juga tempat wisata di Selat Sunda dapat berpotensi skenario terburuk mengalami tsunami dengan ketinggian hingga 8 meter," kata Dwikorita.

Namun demikian, Dwikorita tidak menyebut kapan potensi tsunami itu terjadi. Dia hanya memaparkan zona rawan tsunami.

Dalam rapat tersebut, Dwikorita juga memaparkan proyeksi cuaca di masa Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dikatakan, sebagian wilayah Indonesia akan mengalami hujan lebat.

BMKG menganalisa kondisi cuaca dalam tiga periode waktu. Periode pertama 18-24 Desember 2021, kedua 25 Desember 2021-1 Januari 2022 dan periode ketiga 2-8 Januari 2022. 

Pada periode pertama, 18-24 Desember 2021,  Dwikorita mengatakan hampir di seluruh wilayah Sumatera dan Jawa akan berpotensi hujan lebat. Begitu juga Kalimantan, Sulawesi hingga Papua.

"Proyeksi kondisi cuaca pada saat nataru. kita mulai periode 18-24 Desember potensi cuaca satu minggu sebelum natal, di sini terlihat potensi cuaca gambar yang menunjukkan awan hitam itu adalah hujan lebat nampaknya, hampir seluruh provinsi di Sumatera kecuali, Sumsel dan di Jawa kecuali DKI akan mengalami hujan lebat, bahkan sampai NTT ini hujannya lebat dan intensitas sedang," ujarnya, mengutip detikcom.

Baca juga: Banjir Bandang di Kota Batu Malang, Satu Warga Ditemukan Meninggal

"Demikkan juga di Kalimantan seluruh provinsi diprediksi akan mengalami hujan lebat juga di Papua dan Papua Barat, serta Maluku. Maluku Utara diprediksi hujan sedang, Sulawesi sebagian hujan sedang dan sebagian hujan lebat. Itu hingga tanggal 24 Desember," imbuhnya.

Kemudian pada periode kedua, 25 Desember 2021-1 Januari 2022 potensi hujan akan terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia. Hujan dengan intensitas sedang-lebat.

Hampir seluruh provinsi di Indonesia itu mengalami hujan lebat, baik Sumatera, Kalimantan, Jawa, NTT, Papua, Sulawesi sebagian besar hujan lebat, kecuali di Sulber dan Maluku hujan sedang.

Selanjutnya pada periode ketiga 2-8 Januari 2022, Dwikorita mengatakan di minggu ini diprediksi masih terjadi hujan lebat. Hujan lebat itu berpotensi terjadi di sebagian besar provinsi Indonesia.

"Kemudian seminggu setelah tahun baru, 2-8 Januari masih hujan lebat di sebagian besar provinsi di Indonesia. Ada beberapa yang mengalami diprediksi hujan intensitas sedang, namun mayoritas hujan lebat," ucapnya.

Masyarakat diimbau untuk terus memperhatikan pantauan cuaca dan berhati-hati. Menurutnya, dengan hujan lebat, bencana alam akan mungkin terjadi. 

"Poinnya adalah untuk keselamatan, baik transportasi, keselamatan masyarakat karena dengan hujan lebat, potensi bencana, banjir, longsor, banjir bandang, gelombang tinggi, itu semakin meningkat. Apalagi di masa pandemi, biasanya daya tahan tubuh juga mulai menurun di kondisi cuaca semacam itu," tukasnya.


 

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in