Tak Terima Dituduh Selingkuh, Suami di Bolaang Mongondow Timur Siram Istri dengan Air Mendidih

Nusantaratv.com - 08/11/2021 22:07

Ilustrasi suami aniaya istri/ist
Ilustrasi suami aniaya istri/ist

Penulis: Ramses Manurung

Bolaang Mongondow Timur, Nusantaratv.com-Aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terjadi di Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara. Seorang suami berinisial AD (39) tega menyiram istrinya FH (36) dengan air panas mendidih lantaran tidak terima dituding selingkuh. 

Akibat aksi tega suaminya, FH harus menjalani perawatan di RSU Manado Medical Center dan akan dioperasi untuk menyembuhkan luka melepuh di sekujur tubuhnya. 

"Keadaan masih nyeri. Masih rasa setengah mati (sangat kesakitan) jadi ini mau operasi hari ini, semoga hasilnya sedikit lumayan. Ini ada puasa dari jam 11 siang tadi. Semua di badan sakit. Sedangkan mau tidur cuman bisa berbaring kiri, nda (tidak) bisa baring ke kanan," kata FH, Senin (8/11/2021).

FH menuturkan, kejadian penyiraman yang menimpanya berawal saat suaminya kepergok selingkuh melalui chatting WhatsApp. Peristiwa itu terjadi di rumahnya pada Jumat (5/11/2021) lalu.

Ia dan suaminya kemudian terlibat cekcok akibat isi chatting di WhatsApp. Saat itu suaminya sedang mengisi air panas. Keadaan semakin memanas hingga akhirnya suaminya menyiram FH dengan air panas mendidih. 

Baca juga: Sakit Hati Ada Orang Ketiga, Istri di Karawang Nekat Otaki Pembunuhan Suami

"Saya bilang dia itu imam, tapi imam tukang selingkuh. Saat itu dia suruh saya diam, jika tidak saya disiram air panas. Saya sudah insting dia akan siram, saya sudah ada pikiran yang mana dia akan siram dengan air panas. Saya sudah takut, saya waktu itu jalan cepat, tiba-tiba dia bilang dia akan siram dengan air panas. Saat itu juga saya disiram. Memang melepuh, kejadian jam 7 lewat," ungkap FH mengutip detikcom.

Setelah kejadian itu, sambung FH, dirinya langsung membuat laporan ke polisi. 

"Kita (saya) langsung ke Kapolsek melapor. Buat berita acara, tapi sayangnya dorang (mereka) belum langsung tahan. Saya nda tahu, kan saya juga bukan polisi. Jam setengah 10 malam saya masuk di Puskesmas Nuangan, dorang (mereka ) sudah infus, kase obat. Satu malam tidak bisa tidur karena mengalami kesakitan," tuturnya.

FH berharap pelaku segara ditahan dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Ia ingin suaminya merasakan sakitnya menjalani hukuman atas perbuatannya sebagaimana rasa sakit yang dideritanya. 

"Harapan saya agar dia harus tanggung jawab dengan apa yang dia perbuat terhadap saya. Karena saya sakit. Harapan saya hanya itu, pokoknya dia musti rasa apa yang saya rasa. Saya sakit. Hukum sesuai apa yang dia buat terhadap saya, dia sudah buat saya cacat," pungkasnya.

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in