Sudah Hampir Sebulan Banjir Setinggi 3 Meter di Kabupaten  Sintang Belum juga Surut

Nusantaratv.com - 14/11/2021 15:36

Sudah hampir sebulan banjir yang melanda Kabupaten Sintang, Kalbar belum juga surut/ist
Sudah hampir sebulan banjir yang melanda Kabupaten Sintang, Kalbar belum juga surut/ist

Penulis: Ramses Manurung

Jakarta, Nusantaratv.com-Sudah hampir sebulan terhitung sejak Kamis (21/10/2021) banjir yang melanda Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat tak kunjung surut. Ketinggian air yang menenggelamkan pemukiman warga mencapai 1 hingga 3 meter.

Seiring berjalannya waktu, kini banjir Sintang telah menjadi sorotan nasional. Politisi Gerindra, Fadli Zon mempertanyakan penanganan pemerintah pusat yang terkesan abai. Fadli bahkan menyindir Presiden Joko Widodo yang lebih memilih menjajal Sirkuit Internasional Mandalika daripada mengunjungi warga yang terkena banjir di Kabupaten Sintang.

"Luar biasa Pak. Selamat peresmian Sirkuit Mandalika. Tinggal kapan ke Sintang, sudah tiga minggu banjir belum surut," cuit Fadli Zon lewat akun @fadlizon, Sabtu (13/11).

Lantaran aksinya menyentil Jokowi, Fadli Zon sampai ditegur Partai Gerindra. 

Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang, Sugiyanto mengatakan banjir masih menggenangi 7 Kecamatan dekat Sungai Melawi dan Kapuas.

"Kurang lebih 1-3 meter ketinggian air. Lokasinya itu di berbagai tempat, di dekat sungai. Ada 7 kecamatan," kata Sugiyanto, Minggu (14/11).

Baca juga: Korban Jiwa Banjir Bandang di Kota Batu Bertambah Jadi 6 Orang

Sugiyanto menjelaskan 7 kecamatan yang masih terendam banjir antara lain Kecamatan Hilir, Binjai, Hulu, Kelam Permai, Dedai, Sepauk, Tempunak dan Sintang.

Dikatakan, banjir di beberapa lokasi mulai surut. Seperti di sekitar Jalan Protokol, Kabupaten Sintang, yang surut sekitar 30 hingga 50 sentimeter (cm). 

Mengingat banjir sudah memasuki pekan keempat, sambung Sugiyanto, pihaknya telah menyediakan 21 titik pengungsian, mengutip CNNIndonesiacom. 

Banjir yang melanda Kabupaten Sintang merupakan salah satu banjir yang terlama. Banjir menerjang lebih dari 3 pekan merendam rumah warga dan akses menuju jalan utama.

Data BPPD Sintang per 9 November menunjukkan, sebanyak 35.117 unit rumah terendam banjir hingga 300 centimeter, 5 unit jembatan rusak berat, dan beberapa sarana prasaran lainnya terdampak.

Menurut Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengatakan banjir disebabkan deforestasi dan pertambangan. Pandangan yang sama dilontarkan LSM lingkungan dan akademisi pun mempunyai pandangan serupa.
 

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in