Rayakan HUT ke-17 Peradi, Otto Hasibuan: Lahir Tak Mudah, Tapi Setelahnya Sangat Bagus Sekali

Nusantaratv.com - 07/01/2022 16:34

Otto Hasibuan saat menyampaikan sambutan di perayaan HUT ke-17 Peradi.
Otto Hasibuan saat menyampaikan sambutan di perayaan HUT ke-17 Peradi.

Penulis: Mochammad Rizki

Nusantaratv.com - Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-17, yang jatuh tepat pada 21 Desember 2021 lalu. Mengingat masih pandemi Covid-19, perayaan digelar secara sederhana penuh hikmat di Kantor Sekretariat Nasional Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi, Grand Slipi Tower, Jakarta Barat, Jumat (7/1/2022). Sejumlah pengurus dan pimpinan Peradi hadir dalam kesempatan itu. 

Ketua Umum DPN Peradi Otto Hasibuan mengaku senang sekaligus kaget dengan umur organisasi yang telah mencapai belasan tahun. 

"Tadi saya duduk di situ melihat tanggal 17 tahun. Wah ternyata sudah lama juga," ujar Otto dalam sambutannya. 

"Tapi walaupun lama tapi kalau dibandingkan dengan umur manusia, masih teenager ini teen age. Kalau umur 17 tahun dia SMA kelas 3 atau kalau dia pintar mungkin mahasiswa tingkat," imbuhnya. 

Menurut Otto, Peradi lahir dari proses yang tak mudah. Namun ketika muncul, organisasi tersebut hadir menjadi salah satu yang terbaik. 

Diketahui, Peradi lahir dari bersatunya delapan organisasi advokat. Organisasi ini antara lain Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN), Asosiasi Advokat Indonesia (AAI), Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI), Himpunan Advokat dan Pengacara Indonesia (HAPI), Serikat Pengacara Indonesia (SPI), Asosiasi Konsultan Hukum Indonesia (AKHI), Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal (HKHPM) dan Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI).

"Mengingat-ingat pertama kali Peradi ini berdiri saya merasakan bisa juga ya kita lewati. Karena lahirnya pun ini memang nggak mudah. Bukan lahir sungsang memang, tapi nggak mudah, tapi akhirnya setelah lahir sangat bagus sekali," tuturnya. 

Setelah lahir dan berkembang, kata Otto Peradi tak luput dari masalah yang menerpa. Termasuk perpecahan dan regulasi yang mempertentangkan Peradi sebagai wadah tunggal organisasi advokat atau single bar. 

"Jadi ibaratnya seorang wanita perempuan mengandung dia mengalami kesulitan. Tapi ketika anak ini dilahirkannya, dia merasa senang, bahagia dan melindungi anak ini sampai dewasa yang begitu bersinar. Tetapi dalam perjalanannya tentunya kita yang juga banyak lika-liku yang kita jalani bersama," jelas Otto. 

"Banyak cobaan, ibarat naik gunung, mendaki naik-turun, begitulah perjalanan kita menjalani Peradi ini," sambungnya. 

Meski begitu, Otto mengajak seluruh pengurus dan anggota Peradi untuk terus berjuang bersama organisasi. Menghadapi segala tantangannya dalam rangka membesarkan Peradi. 

Ia juga mengajak mereka untuk tak pamrih bekerja bagi organisasi. 

"Kalau kita melaksanakan tugas kita dalam organisasi dengan tulus, percayalah Tuhan pun akan memberikan rezeki yang besar bagi kita. Rezeki tidak hanya uang, kebahagiaan, kesehatan, anak-anak yang sukses itu harus kita pegang teguh," tandasnya. 

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in