Merugi Miliaran Rupiah, Korban Dugaan Investasi Bodong Alkes Lapor Polisi

Nusantaratv.com - 18/12/2021 14:44

Korban dan kuasa hukum usai membuat laporan polisi.
Korban dan kuasa hukum usai membuat laporan polisi.

Penulis: Mochammad Rizki

​​​​​​Nusantaratv.com - Sejumlah korban dugaan investasi bodong pengadaan alat kesehatan (alkes) mendatangi Mapolda Metro Jaya, Jumat (17/12/2021) malam. Kedatangan mereka guna melaporkan pemilik perusahaan swasta bernama Amelita Monginsidi.

Pelaporan dibuat lantaran perempuan itu dianggap melakukan penipuan, karena menjanjikan profit dalam pengadaan alkes Covid-19, namun tak terwujud. 

Kuasa hukum korban, Prima Angkow menjelaskan, para korban dijanjikan profit 15-20 persen dalam pengadaan alkes oleh Amelita.

"Hari ini saya mendampingi pemeriksaan korban investasi bodong terkait dengan pengadaan alkes. Korbannya ada empat orang, namun hari ini baru diperiksa dua orang. Mungkin yang lainnya akan diperiksa lagi hari Senin besok," ujar Prima kepada wartawan. 

Kasus ini bermula pada Februari 2021. Amelita menjanjikan keuntungan 15-20 persen dari pengadaan alkes yang ia tawarkan, kepada para korban. Ia menggunakan sistem open slot dari para investor tersebut. 

"Mereka menjanjikan profit itu dari setiap investasi yang masuk mereka menjanjikan keuntungan dalam waktu satu bulan beserta modalnya," papar Prima.

Salah seorang korban, Elsa Laurenta mengaku merugi Rp400 juta dalam kasus ini. Dirinya telah menyetorkan uang sejak Februari hingga Desember 2021.

"Kerugian saya 400 Juta. Jenis-jenis alkesnya mulai dari alat tes swab antigen, pcr, masker, dan lain-lain," beber dia.

Dalam laporan yang teregister dengan nomor LP/B/6302/XII/2021/SPKT/Polda Metro Jaya, 16 Desember 2021, terlapor dijerat pasal penipuan dan penggelapan,  yakni Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP. Ia juga disangkakan Pasal 3, 4, 5 UU No 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). 

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in