Ma'ruf Amin Sebut Rais Aam NU Perlu Miliki Empat Kriteria Ini

Nusantaratv.com - 22/12/2021 21:57

Wapres KH Ma'ruf Amin (ketiga kiri) saat bersama Presiden Jokowi menghadiri pembukaan Muktamar NU ke-34 di Lampung/ist
Wapres KH Ma'ruf Amin (ketiga kiri) saat bersama Presiden Jokowi menghadiri pembukaan Muktamar NU ke-34 di Lampung/ist

Penulis: Ramses Manurung

Lampung, Nusantaratv.com-Nahdlatul Ulama (NU) tengah menyelenggarakan Muktamar ke-34 mulai hari ini Rabu (22/12/2021) hingga Jumat (24/12/2021) di Lampung. Salah satua genda penting pada muktamar ini adalah pemilihan rais aam dan ketua umum PBNU periode 2021-2026.

Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin mengatakan rais aam merupakan sosok yang sangat sentral di NU. Ia membeberkan empat kriteria yang patut dimiliki seorang rais aam NU. 
 
"Karena itu memang saya katakan rais aam itu bukan sekedar posisi struktur organisasi tetapi rais aam itu maqam (berkedudukan tinggi). Di NU itu maqam,” kata Ma'ruf usai menghadiri peluncuran buku Historiografi Khittah dan Politik Nahdlatul Ulama serta Kitab Tukhfatul Qosi Waddani, Biografi Syekh Nawawi Al Bantani di Bandar Lampung, Rabu (22/12/2021).

Ma'ruf menyebut, kriteria pertama yakni faqih atau memahami aturan dan syariat Islam dengan baik sebagai dasar dalam menyelesaikan berbagai permasalahan. Kedua adalah munaddzim atau organisator karena NU adalah sebuah organisasi maka pemimpinnya harus mengerti ilmu berorganisasi. Ma'ruf yang juga pernah menjabat sebagai rais aam NU itu menyebut, kriteria ketiga adalah muharrik atau menjadi penggerak.

Baca juga: Berpeci-Sarungan dari Jakarta, Jokowi Bertolak ke Muktamar NU di Lampung

“Dia harus bisa menggerakkan. Sebab NU itu adalah gerakan ulama dalam memperbaiki umat, dalam rangka meng-islah-kan. Karena (bentuknya) gerakan, dia harus menjadi seorang penggerak,” ujar Ma'ruf Amin mengutip kompascom.  

Adapun kriteria terakhir seorang rais aam adalah wira'i. Seorang rais aam, sambung Ma'ruf Amin, harus memiliki sifat wara' yakni senantiasa menjauhkan diri dari maksiat dan perkara syubhat (tidak jelas halal dan haramnya) yang dapat menimbulkan dosa.

Ma'ruf mengatakan, empat kriteria itu pernah ia sampaikan dalam Muktamar ke-33 NU di Jombang pada 2015 lalu. 

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in