Lawan ISIS-K, Taliban Tolak Bantuan AS

Nusantaratv.com - 11/10/2021 08:39

Pasukan Taliban. (Net)
Pasukan Taliban. (Net)

Penulis: Mochammad Rizki

Nusantaratv.com - Taliban memastikan tak ingin bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS) guna menangani ancaman ISIS-Khorasan (ISIS-K) di Afghanistan. Taliban yang menguasai Afghanistan, mengatakan takkan ada kerja sama dengan AS untuk membendung peningkatan ancaman kelompok teroris yang menjadi musuh bebuyutan mereka itu.

"Kami mampu menangani Daesh (ISIS) sendiri," ujar juru bicara Taliban, Suhail Shaheen kepada Associated Press pada Sabtu (9/10/2021).

ISIS-K memang terus menjadi ancaman keamanan Afghanistan sejak Taliban mengambil alih kekuasaan di negara itu pada 15 Agustus lalu.

Cabang ISIS di Afghanistan itu telah meluncurkan sederet serangan bom bunuh diri sejak Taliban berkuasa.

Yang terbaru, ISIS-K mengklaim bertanggung jawab atas bom bunuh diri yang menerjang sebuah masjid Syiah di Provinsi Kunduz pada Jumat (8/10/2021). Insiden yang berlangsung ketika salat Jumat digelar itu menewaskan 46 orang.

Teror tersebut terjadi empat hari setelah ISIS-K turut meluncurkan bom bunuh diri ke sebuah masjid di Ibu Kota Kabul hingga menewaskan lima orang.

Taliban dan AS menggelar pertemuan perdana mereka di Doha, Qatar, selama akhir pekan lalu.

Dalam pertemuan itu, Pejabat Taliban sekaligus Menteri Luar Negeri Afghanistan, Amir Khan Muttaqi, memperingatkan Gedung Putih agar tidak menggoyahkan rezimnya.

"Kami jelas mengatakan kepada mereka bahwa mencoba untuk mengacaukan pemerintah di Afghanistan tidak baik untuk siapa pun," kata Muttaqi kepada kantor berita negara Afghanistan Bakhtar setelah pertemuan dengan delegasi AS.
Dalam pertemuan itu, Muttaqi juga menuturkan AS berencana memberi sejumlah bantuan bagi Afghanistan, termasuk soal penanganan Covid-19 dan vaksin.

Sementara itu, hingga kini belum ada komentar dari pihak AS terkait tatap muka perdana dengan Taliban tersebut.

Namun, dalam pertemuan itu AS menegaskan bahwa Gedung Putih tidak akan mengakui Taliban sebagai pemerintahan sah Afghanistan.

AS sebelumnya menegaskan bahwa pertemuan dengan Taliban tersebut bukan langkah awal Negeri Paman Sam mempertimbangkan pengakuan atas Taliban.

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in