Hari Pertama Sekolah di Tahun Baru, Kerumunan Dimana-mana

Nusantaratv.com - 03/01/2022 18:27

Ilustrasi PTM. (Net)
Ilustrasi PTM. (Net)

Penulis: Mochammad Rizki

Nusantaratv.com - Menjelang pukul 11.50 WIB, orang tua murid berjajar memadati jalan sekitar SMP 107, Pejaten, Jakarta Selatan. Wajah cemas tak bisa disembunyikan selama menunggu anak-anak mereka keluar dari sekolah.

Salah seorang orang tua murid yang menunggu, Nuryati, mengaku khawatir dengan kondisi kesehatan anaknya yang mulai mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.

Kekhawatirannya tak lepas dari potensi penularan virus corona (Covid-19) di sekolah. Dia terlihat tak tenang. Tak berhenti memperhatikan sekeliling lantaran tak ingin anaknya keluar sekolah sendiri tanpa ia dampingi.

"Ya khawatir," kata Nuryati saat ditemui, Senin (3/1/2022).

Akan tetapi, dia tidak bisa menghalangi keinginan anaknya yang tak sabar belajar lagi di sekolah. Terlebih, selama di rumah, anaknya terlalu banyak menghabiskan waktu dengan bermain ponsel.

"Waktu PTM percobaan, dia lebih senang masuk juga, lebih jelas diteranginnya. (Sudah) kelamaan di rumah, pegang HP mulu kalau online," tutur Nuryati, dikutip CNNIndonesia.com.

Tepat pukul 11.50 bel pulang sekolah terdengar dari SMPN 107 Jakarta. Diikuti pengumuman dari pengeras suara yang meminta siswa tetap di kelas menunggu giliran keluar.

Pulang sekolah kali ini harus sesuai dengan urutan. Tak boleh acak dan sesuka diri. Sekolah berusaha mengurangi potensi kerumunan saat anak-anak keluar dari gedung sekolah.

Mulanya, siswa keluar dengan tertib dan teratur serta langsung mendatangi penjemputnya. Sedangkan siswa yang belum dijemput tampak menunggu di depan sekolah.

Tak berapa lama, semakin banyak siswa yang berdesakan di sepanjang jalan menunggu jemputan. Lalu lalang sepeda motor dan mobil semakin membuat padat jalan sekitar sekolah yang tak terlalu lebar.

Penjemput yang menggunakan mobil bisa keluar-masuk gedung SMPN 107 Jakarta, sedangkan penjemput bersepeda motor menunggu di luar.

"Ini belum SMK pulang juga, untung enggak bareng," celetuk seorang penjemput di depan gedung sekolah.

Meskipun seluruh siswa dan penjemput tampak menggunakan masker, namun kondisi jalan yang tak terlalu lebar menyebabkan orang-orang tidak bisa menjaga jarak.

Kerumunan antrean penjemput dan pengantar siswa ke sekolah juga terjadi di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dirasakan langsung oleh siswa SMA Negeri 82 Jakarta, Fanta Chairia.

"Ini kan pertama kali PTM full 3 angkatan ya, banyak yang nganter jadi antre gitu. Sekolah aku kan di komplek jadinya penuh banget di gerbang, penuh banget kendaraannya," tutur Fanta.

Kerumunan itu merupakan dampak dari kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) setiap hari mulai hari ini, Senin (3/1/2022). Dalam pelaksanaannya, kapasitas ruang kelas bisa terisi 100 persen dengan durasi belajar maksimal enam jam. Kebijakan itu dilakukan berdasarkan arahan pemerintah pusat.

Mengenai keadaan saat proses belajar mengajar, Fanta mengatakan semua siswa di kelasnya memakai masker dengan tertib. Hanya dibuka ketika jam makan siang.

Namun, dia menyebut meja yang dipakai di kelas tidak menunjang untuk menjaga jarak. Setiap siswa memakai meja panjang yang sama seperti sebelum pandemi.

"Duduknya berdua-berdua, kaya enggak beneran (jaga jarak). Itu kan harus berjarak tapi ya enggak berjarak. Kaya sekolah biasa aja cuma pake masker," ujar Fanta.

Fanta, yang duduk di kelas 12 merasa tidak perlu belajar di sekolah karena sudah tak banyak materi yang diajarkan jelang kelulusan. Menurutnya, khusus jelang 12, lebih baik belajar jarak jauh ketimbang di sekolah.

"Kebanyakan kelas 12 lainnya kayak aku, kurang suka sih offline pas udah semester kaya gini. Karena lebih banyak materinya di luar kelas ya, buat UTBK," kata Fanta.

"Kalau kelas 10-11 mungkin lebih enak di kelas. Soalnya ini kan tinggal dikit lagi, malah buang waktu aja sih," tambahnya.

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in