Gara-gara Sengketa Tanah, Pria di Bantaeng-Sulsel Tewas Ditombak Sepupu

Nusantaratv.com - 25/12/2021 22:35

Ilustrasi perkelahian/ist
Ilustrasi perkelahian/ist

Penulis: Ramses Manurung

Bantaeng, Nusantaratv.com-Konflik keluarga yang menelan korban jiwa terjadi di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Agus tewas mengenaskan usai dilukai dengan tombak oleh sepupunya sendiri, RF. 

Peristiwa tragis tersebut terjadi di Desa Kampala, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng, Senin (20/12/2021).

Diduga kejadian tersebut gara-gara perselisihan tanah yang terjadi antara orangtua pelaku dengan korban.  

"Masalah sengketanya, antara bapaknya RF dengan mamanya Agus," kata Kepala Desa Kampala, Ahmad Amiruddin, Sabtu (25/12/2021). 

Namun Amiruddin tidak bisa memastikan masalah sengketa tanah itu menjadi penyebab RF dan Agus bertengkar. Karena bisa saja ada masalah lain di antara keduanya.

"Cuman saya tidak tahu apakah ada hubungannya dengan sengketa tanah atau tidak," tuturnya.

Sementara terkait sengketa tanah ayah RF dengan Ibu, Agus sudah berlangsung lama. Pihak Desa dan Kecamatan setempat telah berupaya memediasi. Namun proses mediasi tidak mengahasilkan titik terang.

"Kalau sengketa tanah sudah di mediasi di desa, dan Kecamatan tapi belum ada penyelesaian. Hanya saja terkait penyebabnya yang kemarin saya tidak tahu," ujarnya.

Sementara itu, seperti diberitakan sebelumnya Kasat Reskrim Polres Bantaeng, AKP Burhan mengatakan, kejadian itu dipicu persoalan tanah.

Baca juga: Lamaran Ditolak, Pemuda di Riau Bunuh Calon Mertua di Depan Pacar

"Jadi ini awalnya dipicu persoalan tanah," kata AKP Burhan, Kamis (23/12/2021).

Sengketa bermula ketika Agus membabat tanaman jagung yang ditanam RF. Hal itu dilakukan Agus karena merasa memiliki tanah yang digarap RF. Setelah membabat jagung, Agus mendatangi RF.

"Dia bilang, saya mau babat juga sama dengan jagungmu," ujar AKP Burhan menirukan ucapan Agus kepada RF saat itu, mengutip tribunnewscom.

Tak berselang lama, RF keluar dan menemui Agus yang membawa sebilah parang. Situasi seketika memanas, RF pun langsung memegang sarung parang sementara Agus menarik parang yang dibawanya. 

Agus kemudian melayangkan serangan namun berhasil ditangkis RF.

"Sarung parang yang digunakan menangkis sehingga parang milik korban terjatuh," jelasnya.

Setelah itu, RF langsung berlari menuju rumah orangtuanya untuk mengambil sebuah tombak. RF yang sudah gelap mata mendatangi RF dan langsung menancapkan tombak ke bagian perut Agus.

Karena mengalami luka yang sangat parah, Agus meninggal pada Selasa pagi. 


 

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in