Gara-gara Ini Warga Maluku Tetap Santai Saat Peringatan Tsunami Diumumkan

Nusantaratv.com - 15/12/2021 05:55

Ilustrasi gempa. (Net)
Ilustrasi gempa. (Net)

Penulis: Mochammad Rizki

Nusantaratv.com - Warga di Pulau Wetar, Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku, tidak mengungsi atau mengevakuasi diri ke dataran lebih tinggi usai peringatan dini tsunami gempa magnitudo 7,5 di NTT. Sebab, mereka tak merasakan getaran dan terlambat mendapat informasi gempa. 

"Iya, kami tidak merasakan getaran gempa di sini," ujar warga Desa Ilmamau, Kecamatan Wetar Barat, Acel Matetu, Selasa (13/12/2021).

"Di Wetar aman, tidak ada apa-apa, gempa tidak terasa, air laut juga tak gelombang, tidak ada hujan, baik-baik saja,"ujarnya.

Ia mengaku gempa dengan magnitudo 7,4 di NTT itu baru diketahui setelah warga bepergian untuk mencari sinyal di desa tetangga, di Kecamatan Wetar Utara, Maluku Barat Daya.

Saat membuka ponsel, kata dia warga baru mengetahui bahwa ada gempa di NTT hingga ada peringatan dini tsunami Maluku dan Sulawesi Selatan melalui pemberitaan.

"Untuk di kampung tak terasa [gempa] apalagi untuk tsunami, tidak ada informasi, makanya kita santai-santai saja," aku dia.

Warga pun sempat panik dan siaga. Setelah turun ke pantai untuk memastikan gelombang laut, mereka tak menemukan tanda-tanda tsunami.

"Air laut tenang-tenang saja, kondisi laut aman-aman saja tak ada yang mencurigakan," ucapnya, dikutip dari CNNIndonesia.com.

Setelah mengecek kondisi air laut, warga pun memutuskan untuk bertahan di rumah dan tak memilih untuk mengevakuasi diri ke dataran yang lebih tinggi.

"Kita tidak temukan air laut yang bergelombang berlebihan, jadi kita memilih bertahan di rumah sambil mengikuti perkembangan," imbuh dia.

Ia menyebutkan peringatan dini tsunami akan menerjang wilayah pulau Wetar, Maluku Barat Daya, setelah kabar berita itu diketahui saat membuka ponsel di tempat lokasi sinyal.

Terpisah, Dedy Modok, warga Moa, Maluku Barat Daya, mengatakan untuk getaran gempa M 7,4 di NTT, tak berdampak ke wilayahnya.

"Pulau (Wetar) itu sedikit dekat dengan NTT, karena di wilayah perbatasan. Di pulau itu ada empat kecamatan berpenduduk sekitar 5 ribu dan jiwa sekitar seribu hingga 1.500," ujarnya.

"Jadi kita di sini aman-aman saja, kalau getaran gempa tadi malam sempat terasa, namun barusan tidak terasa," lanjut dia.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami di Maluku, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, dan Sulewesi Utara pascagempa yang berpusat di Larantuka, NTT, dengan magnitudo 7,5.

"Peringatan Dini Tsunami untuk wilayah Maluku, NTB, NTT, Sulsel, Sultra, Gempa Magnitudo 7,5 14-Des-21 10:20:22 WIB," dikutip dari akun Twitter BMKG, Selasa (13/12/2021).

BMKG kemudian memutakhirkan data pada pukul 11.24.46 WIB, sambil menyebut tsunami terdeteksi di Maropokot dan Reo, NTT, serta mengeluarkan status Waspada bagi empat wilayah di NTT.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebut perubahan data peringatan dini tsunami itu lantaran pihaknya mengutamakan kecepatan dalam penyampaian infiormasi di saat datanya masih minim.

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in