Duh! Penerbangan Umrah Disetop Sementara, Ini Penjelasan Kemenag

Nusantaratv.com - 16/01/2022 18:45

Ilustrasi ibadah umrah di tengah pandemi covid-19/ist
Ilustrasi ibadah umrah di tengah pandemi covid-19/ist

Penulis: Ramses Manurung

Jakarta, Nusantaratv.com-Kementerian Agama (Kemenag) memutuskan menghentikan sementara penerbangan jemaah umrah mulai Sabtu (15/1/2022). Langkah ini diambil dalam upaya mengevaluasi skema One Gate Policy (OGP) termasuk memantau perkembangan varian Omicron di Indonesia dan Arab Saudi.

"Jamaah umrah akan diberangkatkan sampai tanggal 15 Januari 2022 dan kita coba hentikan sementara dalam rangka evaluasi," kata Hilman, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Minggu (16/1/2022).

"Kami akan mengkaji konsep OGP secara menyeluruh dengan melihat perkembangan yang terjadi, di saat virus Omicron makin berkembang di beberapa negara termasuk Indonesia dan Arab Saudi," ujar imbuhnya.

Diketahui, Kemenag telah memberangkatkan jemaah umrah sejak 8 Januari 2022 lalu. Ini merupakan umrah perdana bagi jemaah Indonesia sejak pandemi covid-19 melanda. 

Sampai dengan hari ini atau hari kedelapan, total sebanyak 1.731 jemaah telah berangkat umrah melalui Asrama Haji Embarkasi Pondok Gede Jakarta.

Baca juga: Covid-19 di Arab Saudi Meledak, Catat Rekor Infeksi Tertinggi 5.362 Kasus Sehari 

Hilman menjelaskan, jemaah umrah yang berangkat 8 Januari akan kembali ke Indonesia tanggal 17 Januari 2022. Sekembalinya jemaah ke Indonesia, Kemenag akan mengevaluasi serta melihat ada atau tidaknya jemaah yang terpapar Omicron.

Usai menggelar evaluasi dengan kementerian terkait, Kemenag akan memutuskan apakah akan kembali memberangkatkan atau menghentikan sementara perjalanan umrah.

Hilman lebih lanjut menjelaskan penyelenggaraan umrah hampir sama seperti perjalanan ke luar negeri. Kemenag hanya berperan memfasilitasi persiapan pemberangkatan, sementara yang berperan lebih banyak adalah Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

"Kami hanya mendorong PPIU untuk lebih perlahan mengirim jamaah, jangan terlalu banyak, jangan dilakukan secara dadakan dan kami akan segera mengumumkan hasil evaluasi. Sekali lagi bahwa mekanisme buka tutup ini dilakukan seiring perkembangan Omicron di Indonesia dan Arab Saudi," kata Hilman, mengutip CNNIndonesiacom.

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in