Diduga Lakukan KDRT dan Hamili Anak Sendiri, Satu Keluarga di Bandung Diusir Warga

Nusantaratv.com - 10/11/2021 19:20

Ilustrasi perbuatan KDRT/ist
Ilustrasi perbuatan KDRT/ist

Penulis: Ramses Manurung

Bandung, Nusantaratv.com-Satu keluarga yang tinggal di Kecamatan Cilengkang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat diusir oleh warga. Pria berinisial S beserta istri dan anaknya dipaksa angkat kaki dari rumah mereka. Aksi pengusiran itu lantaran warga kesal karena diduga S menghamili anaknya sendiri dan melakukan KDRT. 

Peristiwa pengusiran S dan keluarganya terjadi pada Selasa (9/11/2021). Perbuatan bejatnya itu dinilai mencoreng nama baik daerah tersebut.

Menurut Oneng Hayati (42) warga sekitar, S tinggal bersama istri keduanya dan satu anak laki-laki. Ia mengaku sering mendengar suara jeritan dan tangisan dari dalam rumah milik S.

Beberapa bulan kemudian, S membawa seorang wanita yang diketahui merupakan anak dari istri pertamanya yang tinggal di Banten.

"Abis Idul Adha kalau tidak salah," ujar Oneng.

Sejak kedatangan anak perempuannya itu, suara orang marah-marah dan jeritan semakin sering terdengar. 

Puncaknya, pada 25 September 2021, petugas dari Koramil, Satpol PP dan kepolisian tengah melakukan patroli di sekitar kampung tersebut. Kemudian terdengar suara jeritan dan kegaduhan, petugas pun mendatangi rumah milik S. Perbuatan yang diduga dilakukan S pun akhirnya terungkap.

Baca juga: Terungkap! Anggota DPR RI yang Diduga Lakukan Pencabulan Anak Berinisial MM

"Saya kurang jelas, cuman tahu-tahu polisi udah ada di sana," katanya mengutip detikcom, Rabu (10/11/2021).

Hal senada diungkapkan Ketua RW 01 Ade Rohmadin. Dikatakan anak perempuannya itu mengaku telah hamil. Pria yang menghamilinya diduga ayah kandungnya sendiri.

"Korban mengakui bahwa pelakunya bapanya sendiri," ucap Ade.

Kejadian tersebut langsung ditangani kepolisian. Namun, S tidak dijerat hukum oleh pihak kepolisian. Karena kepolisian tidak dapat melanjutkan ke tahap penyidikan karena tidak ada laporan ke pihak kepolisian.

Warga dan tokoh masyarakat yang sudah khawatir pun membuat kesepakatan dengan S dan keluarga. S diminta agar pergi dari kampung tersebut dan membolehkan istri dan anak laki-lakinya tinggal. Sementara, anak perempuannya dibantu oleh warga kemudian diminta untuk kembali ke kampung halaman di Banten.

Tetapi pada Selasa (9/11), S diketahui mengunjungi istri dan anaknya ke rumah. Warga yang melihat pun melaporkan ke pihak pengurus RW. Karena sudah melanggar perjanjian, warga pun akhirnya mengusir S dan keluarganya. Kepergian mereka diwarnai teriakan dan sorakan warga. 

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in