Cuitan Ferdinand, Hikmahbudhi Ingatkan Hati-hati dalam Bermedsos

Nusantaratv.com - 07/01/2022 06:52

Ferdinand Hutahaean. (Net)
Ferdinand Hutahaean. (Net)

Penulis: Mochammad Rizki

Nusantaratv.com - Mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menjadi sorotan publik setelah posting-annya di media sosial Twitter, diduga menistakan agama. Akibat dari tindakan tersebut, Ferdinand harus berurusan dengan pihak berwajib. 

Ketua Umum Presidium Pusat Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (PP Hikmahbudhi) Wiryawan, mengingatkan agar semua pihak untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan di media sosial. Apalagi sampai menyinggung suku, agama, ras dan antar-golongan (SARA). Mengingat, Indonesia merupakan bangsa yang plural. 

"Bangsa ini sangat majemuk jadi wajib hukumnya untuk menghormati satu dengan yang lainnya, dan paling penting adalah bisa bermedia sosial dengan bijak," ujar Wiryawan, Kamis (6/1/2022). 

Hikmahbudhi pun menegaskan mendukung langkah Polri dalam menindaklanjuti persoalan tersebut. Khususnya sesuai dengan ketentuan yang ada. 

"Kita mendukung langkah yang dilakukan oleh pihak Kepolisian untuk menindaklanjuti laporan yang sudah ada. Tentunya sesuai dengan aturan hukum yang berlaku," kata dia. 

Sementara, Sekretaris Jenderal PP Hikmahbudhi Ravindra berharap persatuan dan kesatuan bangsa tidak terganggu dengan adanya sikap-sikap intoleran terhadap segala perbedaan yang ada di Indonesia. Termasuk disintegrasi bangsa yang muncul akibat perkataan Ferdinand. 

"Komitmen kita akan persatuan dan kesatuan bangsa tidak boleh dicemari oleh perilaku-perilaku intoleran yang menggangu ketenangan warga negara dalam beragama," ujarnya. 

Pihaknya pun berharap ada tindakan tegas terhadap segala perilaku yang dapat memecah-belah integrasi bangsa. Tak terkecuali terhadap Ferdinand.

"Terlebih lagi bahwa cuitan medsos tersebut telah menciptakan kegaduhan yang berpotensi memecah-belah masyarakat. Hal ini tentu tidak boleh kita biarkan," tandas Ravindra. 

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in