Banjir Aceh Utara, 32 Ribu Warga Terpaksa Ngungsi dan 2 Anak Meninggal karena Tenggelam

Nusantaratv.com - 04/01/2022 17:10

Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara dilihat dari udara/ist
Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara dilihat dari udara/ist

Penulis: Ramses Manurung

Aceh Utara, Nusantaratv.com-Banjir yang telah sepekan merendam sebanyak 15 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara, Aceh tak kunjung surut. Bahkan, pada Selasa (4/1/2022), banjir semakin meluas hingga mengakibatkan sebanyak 32 ribu warga Aceh Utara terpaksa mengungsi. 

Banjir juga menyebabkan dua anak tewas tenggelam. Korban pertama Andika (11) asal Desa Meuria Kecamatan Matang Kuli dan korban kedua M Rafa Alfarisi (6,5) asal Desa Beringin Kecamatan Samudera.

"Total pengungsi berjumlah 32.854 orang. Banjir meluas dan sekarang telah merendam 113 desa di 15 kecamatan," kata Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara Murzani, Selasa (4/1/2022).

Pemkab Aceh Utara mencatat, 15 kecamatan yang terdampak banjir antara lain Kecamatan Tanah Luas, Cot Girek, Lhoksukon, Matangkuli, Samudera, Langkahan, Kuta Makmur, Pirak Timu, Paya Bakong, Syamtalira Aron, Tanah Pasir, Sawang, Banda Baro, dan Kecamatan Geureudong Pase.

Banjir terparah terjadi di ibu kota Kabupaten Aceh Utara, Lhoksukon, dengan 21.209 warga mengungsi. Kemudian Kecamatan Pirak Timur dengan 5.856 warga mengungsi.

Baca juga: Aceh Timur Dilanda Banjir, 25 Ribu Warga Terdampak

"Banjir meluas dan sekarang telah merendam 113 desa di 15 kecamatan," kata Plt Kepala BPBD Aceh Utara Murzani, mengutip detikcom.

Selain merendam pemukiman, banjir juga melumpuhkan perekonomian warga hingga fasilitas umum dan sejumlah sekolah terpaksa diliburkan.

Murzani menyatakan saat ini pihaknya sudah mendirikan 85 titik dapur umum untuk melayani warga yang mengungsi.

Banjir yang menenggelamkan 15 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara  akibat hujan deras dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Kamis (30/12/2021). Sehingga, air sungai Krueng Peutoe, Sungai Krueng Keureuto, dan Sungai Krueng Pirak meluap dan mengakibatkan jebolnya tanggul sungai. 

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara juga sudah menetapkan daerah tersebut darurat bencana sesuai hasil rapat koordinasi Muspida dan lintas sektor lainnya. Penetapan tersebut dinilai sudah memenuhi kriteria, karena banjir yang melanda wilayah itu sudah mengancam keselamatan jiwa dan juga harta masyarakat.


 

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in