3 Kali Muntahkan Guguran Awan Panas, Status Gunung Semeru Naik jadi Siaga

Nusantaratv.com - 17/12/2021 10:46

Ilustrasi luncuran awan panas Gunung Semeru/ist
Ilustrasi luncuran awan panas Gunung Semeru/ist

Penulis: Ramses Manurung

Lumajang, Nusantaratv.com-Gunung Semeru terpantau kembali menunjukkan tanda-tanda peningkatan aktivitas vulkanis. Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi mencatat Gunung Semeru memuntahkan luncuran awan panas sejauh 4,5 km pada Kamis (16/12/2021). Luncuran awan panas Semeru kembali terjadi pada pukul 09.01 WIB Jumat (17/12/2021). 

Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono mengatakan tingkat aktivitas Gunung Semeru dinaikkan dari Waspada level 2 menjadi Siaga level 3 terhitung mulai 16 Desember 2021 pukul 23.00 WIB

"Terpantau terjadi kegempaan yang didominasi oleh gempa letusan, hembusan, dan guguran dengan jumlah gempa guguran meningkat dalam tiga hari terakhir. Kami mencatat sebanyak 15-73 kejadian per hari dari rata-rata 8 kejadian per hari sejak tanggal 1 Desember 2021," papar Eko, Jumat (17/12/2021).

Eko menjelaskan kenaikan status itu mengingat aktivitas Gunung Semeru masih tinggi dan telah terjadi peningkatan jarak luncur awan panas guguran serta aliran lava. Dia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak gunung.

Baca juga: Korban Meninggal Akibat Erupsi Gunung Semeru Bertambah jadi 43 Orang

"Selain itu, masyarakat juga tidak boleh memasuki dan tidak boleh beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," ujar Eko, mengutip okezonecom.

Untuk diketahui, terdapat empat status gunung berapi yaitu normal, waspada, siaga dan awas. 

Sementara itu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim hujan masih akan berlangsung selama tiga bulan ke depan. Secondary explosion juga berpotensi terjadi di sepanjang aliran sungai apabila luncuran awan panas yang terjadi masuk atau kontak dengan air sungai.

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in