Tingkatkan Komunikasi Mahasiswa, FISIP UTA '45 Teliti Pola Komunikasi MBKM

Nusantaratv.com - 25/12/2021 19:24

UTA '45 Jakarta.
UTA '45 Jakarta.

Penulis: Mochammad Rizki | Editor: Mochammad Rizki

Nusantaratv.com - Tim Peneliti FISIP Universitas 17 Agustus 1945 (UTA '45) Jakarta melakukan penelitian mengenai pola jomunikasi mahasiswa dalam implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Penelitian ini dilakukan terhadap mahasiswa yang lolos mengikuti program MBKM yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).  

Mahasiswa FISIP UTA '45 Jakarta telah mengirimkan beberapa mahasiswa yang berhasil lolos ke beberapa BUMN, industri dan perusahaan-perusahaan ternama baik skala nasional maupun perusahan berskala internasional, seperti Telkom, Semeru, Microsoft.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UTA’45 Jakarta Firman, mengatakan program MBKM lebih efektif bila dilaksanakan secara tatap muka, namun terpaksa dilakukan secara daring karena adanya pandemi Covid-19. 

“Seperti diketahui pemerintah melalui Kemendikbudristek dalam upayanya mengembangkan kualitas mahasiswa membentuk program MBKM. Berbagai macam program yang sejatinya efektif dijalankan dengan metode pembelajaran secara tatap muka ini, namun karena adanya pandemi Covid-19 maka harus dilakukan juga dengan metode daring," kata Firman, Sabtu (25/12/2021).

Firman, menambahkan keberhasilan capaian atau tujuan dari pembelajaran yang baik membutuhkan pola komunikasi yang terjalin dengan baik pada peserta MBKM, dalam hal ini adalah mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta. Pola komunikasi yang efektif dalam system belajar mengajar menentukan tercapainya tujuan pembelajaran. 

“Dalam program MBKM tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek, terdapat mahasiswa Universitas 17 agustus 1945 jakarta yang diterima dalam beberapa program, yaitu: program studi independen, program magang, program kampus mengajar dan program pertukaran pelajar. Melihat beberapa format program MBKM tersebut, kata dia, idealnya pengoptimalan kegiatan dicapai dengan metode luring. Seperti kita ketahui bahwa proses pembelajaran studi independen, magang, kampus mengajar adalah kegiatan praktis yang membutuhkan aktivitas berbasis kegiatan real," ujarnya.

Banyak hasil penelitian yang menunjukan tentang efektivitas pembelajaran daring yang dilakukan selama masa pandemi Covid-19. Beberapa hasil penelitian yang dipublikasikan memberikan hasil bahwa dalam pembelajaran daring memiliki kelebihan dan kekuarangan, namun sebagian besar masih menganggap pembelajaran daring juga kurang efektif. 

Selanjutnya Firman menjelaskan, ada beberapa hambatan komunikasi dalam pembelajaran daring yang dialami oleh mahasiswa yang berkuliah di wilayah Jabodetabek. Pertama, masalah psikologis/emosional yang meliputi: kejenuhan komunikasi, personal communication barriers, komunikasi antar pribadi terbatas, lonely, atau teralienasi.

“Komunikasi cenderung satu arah, komunikasi pada mesin dan semantik noise atau miss communication. Kedua, suasana dan pola komunikasi yang meliputi: hilangnya suasana informal, kelelahan komunikasi daring, keterbatasan waktu komunikasi. Ketiga, teknis/technical noise yang meliputi: gangguan teknologi komunikasi (fasilitas, akses koneksi internet, sinyal, kuota). Keempat, media yang meliputi: Keterbatasan media daring. Kelima, literasi digital dan teknologi yang meliputi: kurangnya pemahaman budaya komunikasi media digital dan literasi digital dan teknologi," ungkap Firman.

Dalam kelancaran proses belajar online perlu adanya metode yang menarik, jadwal tetap, memiliki bahan belajar, ada ruang diskusi, dan tugas. Komunikasi yang efektif juga menjadi pendukung jalannya proses belajar yang lancar.

Efektivitas komunikasi dinilai dari proses penyampaian informasi atau materi pembelajaran oleh dosen dan pemahaman mahasiswa, serta adanya interaksi yang baik, seperti tanya-jawab atau diskusi antara dosen dan mahasiswa. Adapun penelitian ini mendapatkan bantuan pendanaan program kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka 2021. 

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in