Ini Pria yang Gugat Pendiri Gojek Nadiem Makarim Rp24,9 Triliun Karena Hak Cipta

Nusantaratv.com - 05/01/2022 12:55

Nadiem Makarim pendiri Gojek/ist
Nadiem Makarim pendiri Gojek/ist

Penulis: Ramses Manurung

Jakarta, Nusantaratv.com-Setelah kurang lebih 11 tahun beroperasi dalam layanan transportasi online, mendadak muncul gugatan sebesar Rp24,9 triliun terhadap Gojek. Gugatan ini dilayangkan ke pendiri Gojek yang kini menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek). 

Perkara gugatan terhadap Nadiem dan Gojek telah diajukan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Adalah Arman Chasan, sosok yang melayangkan gugatan terhadap Nadiem Makarim dan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek). Arman Chasan menilai Nadiem dan Gojek telah melakukan pelanggan hak cipta.

Menurut Arman Gojek menjiplak konsep ride hailing yang dikemukakan olehnya terlebih dahulu. Atas dasar itu, Arman meminta Gojek dan Nadiem membayar royalti kepadanya sebesar Rp24,9 triliun.

Lalu seperti apa sebenarnya sejarah berdirinya Gojek? Bagaimana awal perusahaan ini bisa berdiri?

Melansir okezonecom, Rabu (5/1/2022), Gojek didirikan pada tahun 2010 oleh Nadiem Makarim. Ide mendirikan perusahaan ini muncul dari pengalaman pribadi Nadiem yang menggunakan ojek hampir tiap hari ke tempat kerjanya. 

Ketika itu, Nadiem masih bekerja sebagai Co-Founder dan Managing Director Zalora Indonesia serta Chief Innovation Officer Kartuku.

Baca juga: AirAsia Siap Luncurkan Taksi Online, Optimis Geser Grab dan Gojek 
 
Nadiem melihat, sebagian besar pengemudi ojek menghabiskan waktu untuk menunggu penumpang datang. Padahal, mereka akan mendapat lebih banyak penumpang jika keliling dan mencari. Lalu, ojek juga tidak sebanyak transportasi lain. Jika pengemudi ojek bisa sedia tiap saat, pendapatannya pun akan bertambah.  

Berangkat dari gagasan tersebut, Gojek resmi berdiri pada 13 Oktober 2010. Awalnya, pengemudi Gojek hanya ada 20 orang. Perusahaan juga masih mengandalkan call center untuk menghubungkan pengemudi dengan penumpang. 

Namun dalam perkembangannya, investasi terus datang ke perusahaan ini. Akhirnya, Gojek bisa meluncurkan aplikasi sendiri pada tahun 2015. Dukungan teknologi dalam layanannya sontak membuat pesanan melonjak tajam. Terjadi kenaikan pesanan dari 3.000 per hari jadi 10.000 per hari.

Seiring perkembangan dan kemajuan, Gojek  kemudian melebarkan sayap bisnisnya ke ranah jasa pesan antar makanan, penjualan tiket dan lainnya. 

Bahkan pada 2016, Gojek jadi perusahaan unicorn pertama di Indonesia dengan kenaikan pesanan menjadi 300.000 per hari. 

Pada 2018, Gojek mengumumkan ekspansi bisnis ke Vietnam dan Thailand dengan kenaikan pesanan 100 juta per hari, terus tumbuh sampai 1.100 kali lipat. Ekspansi terus dilanjutkan sampai Singapura dan Filipina.

Gojek pun naik kelas menjadi Decacorn.

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in