Dukung Ketahanan Pangan di NTT, Kementerian PUPR Bangun Bendungan Mbay di Nagekeo

Nusantaratv.com - 06/03/2022 11:58

Bendungan. Foto ( Istimewa)
Bendungan. Foto ( Istimewa)

Penulis: Gabrin | Editor: Supriyanto

Nusantaratv.com - Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan meningkatkan tampungan air di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya tengah membangun Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo.

Bendungan Mbay merupakan satu dari 11 bendungan baru Proyek Strategis Nasional atau PSN yang rencananya dibangun pada 2021-2027 sesuai Perpres No. 109/2020. 

“Pembangunan bendungan juga harus diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resminya, Rabu (2/3/2022).

Basuki menjelaskan, ketersediaan air menjadi kunci pembangunan di NTT yang memiliki curah hujan lebih rendah dibanding daerah lain. Dengan demikian, bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat bermanfaat karena airnya dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani.

Selain pemanfaatan layanan irigasi, bendungan juga diharapkan melayani kebutuhan air domestik masyarakat melalui pembangunan jaringan air baku dan IPA. Bendungan ini memiliki volume tampungan 51,74 juta meter kubik dengan luas genangan 499,44 ha.

Konstruksi bendungan didesain dengan tinggi 48 meter, lebar 12 meter, dan panjang 436 meter. Bendungan ini didesain dengan tipe zonal dengan inti tegak. Pembangunan Bendungan Mbay terbagi dua paket. Progress fisik paket I 2,21 persen dan paket II 0,83 persen.

Paket I dikerjakan kontraktor PT Waskita Karya (Persero) Tbk – Bumi Indah KSO dan Paket II PT Brantas Abipraya. Supervisi dikerjakan PT Indra Karya – Rancang Semesta – Sabana (KSO).

Bendungan yang dikerjakan pada 2021-2024 ini dibangun dengan anggaran Rp 1,915 triliun. Bendungan ini akan menghasilkan air baku 0,21 meter kubik per detik dan memberikan manfaat irigasi terhadap 5.899 hektare lahan pertanian.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) NTT II Agus Sosiawan mengatakan pembangunan bendungan Mbay telah melalui proses yang panjang. “Feasibility Study dilakukan pada 1999-2000. Dilanjutkan dengan detail desain pada 2001 – 2002 dan 2016. Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP) dan AMDAL dilakukan pada 2018,” kata Agus.

Pembangunan Bendungan Mbay menambah jumlah tampungan air yang dibangun Kementerian PUPR dalam mendukung ketahanan pangan dan air di Provinsi NTT.

Sejak 2015, ada tiga bendungan di NTT yang telah diselesaikan dan diresmikan Presiden Joko Widodo. Tiga bendungan itu adalah Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang pada tahun 2018, Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu pada tahun 2019, dan Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka pada tahun 2021.

Proyek yang tengah diselesaikan adalah pembangunan Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang dengan progres 34,19 persen dan Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan 56,27 persen, serta Bendungan Kolhua di Kota Kupang yang akan dibangun pada 2022.

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in