Raih Gelar Doktor, Bamsoet Apresiasi Dukungan Presiden, Wakil Presiden, Ketua Lembaga Tinggi Negara Atas Disertasi PPHN Tanpa Amandemen

Nusantaratv.com - 28 Januari 2023

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo memberikan keterangan pers usai berhasil gelar Doktor bidang Ilmu Hukum dari Fakultas Hukum Universitas Padjajaran, Bandung/Dok MPR
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo memberikan keterangan pers usai berhasil gelar Doktor bidang Ilmu Hukum dari Fakultas Hukum Universitas Padjajaran, Bandung/Dok MPR

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com - Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mengapresiasi dukungan Presiden RI Joko Widodo, Wakil Presiden KH Maruf Amin, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, Duta Besar RI untuk Singapura Suryopratomo, serta berbagai pihak lainnya atas keberhasilan dirinya meraih gelar Doktor bidang Ilmu Hukum dari Fakultas Hukum Universitas Padjajaran, Bandung dengan predikat cumlaude.

Presiden Joko Widodo mengungkapkan, disertasi Bamsoet mengenai "Peranan dan Bentuk Hukum Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) sebagai Payung Hukum Pelaksanaan Pembangunan Berkesinambungan dalam Menghadapi Revolusi Industri 5.0 dan Indonesia Emas", memiliki relevansi secara akademik dan akan berkontribusi dalam praktek ketatanegaraan di Indonesia. Wakil Presiden RI KH Maruf Amin menuturkan, disertasi Bamsoet dapat menjadi referensi esensial untuk mewujudkan visi Indonesia Emas, khususnya dalam merespon perubahan dan tantangan global yang membutuhkan sumbangan pemikiran dari berbagai cabang keilmuan.

"Dukungan Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden KH Maruf Amin, dan berbagai pihak lainnya terkait kajian tentang PPHN dalam disertasi ini menjadi angin segar agar bangsa Indonesia bisa segera menghadirkan PPHN tanpa melalui amendemen, melainkan dengan konvensi ketatanegaraan delapan lembaga tinggi negara. Sehingga berbagai program pembangunan yang dilakukan Presiden Joko Widodo, seperti pembangunan IKN Nusantara, menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, serta pembangunan dan penyempurnaan Alat Utama Sistem Senjata Tentara Nasional Indonesia, bisa tetap dilanjutkan oleh siapapun presiden penggantinya," ujar Bamsoet usai dinyatakan lulus Sidang Promosi Terbuka Doktor Ilmu Hukum dari Fakultas Hukum Universitas Padjajaran, di Bandung, Sabtu (28/1/23).

Selain Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Maruf Amin, Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan bahwa hasil disertasi Bamsoet tentang PPHN melengkapi kerja gotong royong bangsa Indonesia dalam pelaksanaan pembangunan yang berkesinambungan. Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti meyakini gelar doktor yang didapat Bamsoet bukan saja bermanfaat bagi dirinya pribadi, melainkan juga untuk kebaikan umat, bangsa dan negara.

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan melihat disertasi tentang PPHN ini mencerminkan keinginan kuat dari Bamsoet untuk memberikan sumbangan pemikiran kepada negeri tercinta mengenai pemahaman pentingnya pembangunan berkesinambungan dalam menghadapi perubahan dunia yang begitu cepat.

"Saya harap disertasi ini dapat menjadi bacaan serta rujukan dalam mewujudkan konsistensi arah pembangunan negara serta bangsa kedepan. Hal tersebut sangat kita butuhkan karena saat ini Indonesia pada posisi negara yang sangat baik. Presiden Jokowi sudah membuat sebuah arah yang bagus. Untuk itu saya berharap disertasi ini dapat dibuat sebagai rujukan yang berkelanjutan bagi penyusunan peraturan perundangan meskipun terjadi pergantian dalam struktur kepemimpinan nasional dalam waktu yang akan datang. Bamsoet telah memberikan sumbangan yang penting bagi bangsa dan negara, karena dapat dinikmati oleh anak-anak muda Indonesia," ujar Luhut Pandjaitan.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno berpandangan disertasi Bamsoet tersebut sudah ditunggu oleh para akademisi dan masyarakat luas. Karena selain kontribusinya untuk bidang ilmu hukum, disertasi ini juga akan menjadi bagian penting untuk memperkaya pemikiran hukum tata negara dan tata pemerintahan di Indonesia.

"Sumbangsih pemikiran yang telah dituangkan oleh Bamsoet dalam disertasinya tersebut dapat memperkokoh pondasi negara menuju Indonesia Emas, serta memperluas cakrawala ilmu pengetahuan bagi generasi penerus bangsa," tutur Jaksa Agung ST Burhanuddin.

Disisi lain, Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono menyampaikan bahwa capaian prestasi akademik Bamsoet dalam meraih gelar Doktor diharapkan dapat memotivasi untuk memberikan sumbangsih terbaik bagi bangsa dan negara. Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo berharap capaian disertasi ini dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan pembangunan dan pemulihan ekonomi nasional.

KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman menuturkan, disertasi Bamsoet memberikan sumbangsih pada dunia ilmu pengetahuan untuk selanjutnya diimplementasikan bagi kemajuan masyarakat, bangsa, dan negara, serta memperluas cakrawala ilmu pengetahuan bagi generasi penerus bangsa.

KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali menilai disertasi ini akan memperkaya referensi akademik bidang hukum dalam mewujudkan cita-cita pembangunan nasional. Sedangkan KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo meyakini pencapaian gelar Doktor Ilmu Hukum ini dapat memberikan manfaat yang seluasnya bagi diri Bamsoet pribadi, bangsa dan negara.

"Disertasi ini sangat relevan untuk kepentingan kita menatap tantangan masa depan menuju Indonesia yang maju, Indonesia Emas 2045. Kita tidak mungkin mampu mencapai mimpi besar pada saat 100 tahun kemerdekaan Indonesia, apabila tidak bisa menyusun rencana pembangunan jangka panjang yang berorientasi kepada kepentingan bangsa dan negara," jelas Duta Besar RI untuk Singapura Suryopratomo yang juga mantan wartawan.

 

0

(['model' => $post])

x|close