Prabowo Bakal Tinjau Penanganan Kebakaran Hutan di Sumatera, Dimulai dari Riau

Prabowo Bakal Tinjau Penanganan Kebakaran Hutan di Sumatera, Dimulai dari Riau

Nusantaratv.com - 24 Agustus 2026

Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung lokasi Karhutla di Kalimantan Barat. (Foto: Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung lokasi Karhutla di Kalimantan Barat. (Foto: Sekretariat Presiden)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan Presiden Prabowo Subianto akan turun langsung meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera, terutama Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin, 24 Agustus 2016, Prasetyo menjelaskan kunjungan tersebut dilakukan setelah Presiden sebelumnya memantau penanganan karhutla di Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Tengah (Kalteng).

Dari Kalimantan, Prabowo akan melanjutkan agenda ke Sumatera dengan Riau sebagai lokasi awal untuk memastikan penanganan kebakaran berlangsung cepat, terkoordinasi, dan efektif.

"Kunjungan ini akan menjadi bagian dari komitmen Presiden untuk memastikan negara hadir dan memberikan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak karhutla dan kabut asap," ujar Prasetyo.

Dia menyebut Presiden telah memastikan upaya tanggap darurat di lapangan berjalan secara maksimal berdasarkan hasil peninjauan langsung di Kalimantan beberapa hari sebelumnya.

Percepatan penanganan dilakukan melalui penambahan armada water bombing, penguatan personel di darat yang melibatkan TNI, Polri, dan Manggala Agni, serta penyediaan fasilitas kesehatan bagi masyarakat yang terdampak.

Selain penanganan di lapangan, Presiden juga memerintahkan penegakan hukum secara tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran.

Aparat penegak hukum telah melakukan penyelidikan terhadap sejumlah wilayah konsesi perusahaan yang mengalami kebakaran maupun diduga lalai dalam menjaga areal lahannya.

Presiden Prabowo Subianto meninjau secara langsung upaya penanganan karhutla di Kalimantan. (Foto: Bakom RI)

"Fokus penanganan kini akan diperluas ke Sumatera, khususnya Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan," katanya.

Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan (Kemenhut), terdapat 2.894 titik panas (hotspot) yang tersebar di 10 provinsi di Sumatera.

Jumlah terbanyak tercatat di Sumatera Selatan dengan 1.410 titik, disusul Riau sebanyak 480 titik dan Jambi 425 titik.

Sementara itu, total luas lahan yang terbakar di 10 provinsi di Sumatera sepanjang 2026 mencapai 36.047,64 hektare.

Prasetyo menegaskan pemerintah terus meningkatkan operasi terpadu melalui pemadaman dari darat, pengerahan personel, patroli, water bombing, hingga operasi modifikasi cuaca (OMC).

Penanganan karhutla dilakukan secara komprehensif, bukan hanya untuk memadamkan kebakaran yang sudah terjadi, tetapi juga mencegah munculnya titik api baru dan mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat.

Pemerintah turut memantau kondisi kualitas udara di sejumlah daerah. Pekanbaru tercatat memiliki indeks kualitas udara (air quality index/AQI) sebesar 225 yang masuk kategori sangat tidak sehat. Sementara itu, AQI di Jambi mencapai 187 dan Palembang berada di angka 180.

Prasetyo juga menekankan pentingnya penanganan khusus terhadap wilayah lahan gambut. Api di kawasan tersebut dapat menyebar di bawah permukaan tanah dan kembali muncul sehingga proses pemadaman harus dilakukan secara berulang melalui pembasahan, pemadaman, serta penyisiran area.

Selain memperkuat operasi pemadaman, pemerintah akan meningkatkan pengawasan terhadap kawasan konsesi.

Penegakan hukum juga akan diperketat terhadap pihak yang terbukti menyebabkan kebakaran atau membiarkan terjadinya kebakaran di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya.

 

0

(['model' => $post])

x|close