WHO Sebut Cacar Monyet Belum Jadi Darurat Kesehatan Global

Nusantaratv.com - 26/06/2022 09:49

Ilustrasi cacar monyet. (Premium Times Nigeria)
Ilustrasi cacar monyet. (Premium Times Nigeria)

Penulis: Tri Budi Purnomo | Editor: Adiantoro

Nusantaratv.com - Cacar monyet (monkeypox) belum menjadi darurat kesehatan global, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memutuskan pada Sabtu (25/6/2022), meskipun Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengaku prihatin dengan wabah tersebut.

"Saya sangat prihatin dengan wabah cacar monyet, ini jelas merupakan ancaman kesehatan yang berkembang yang dipantau oleh rekan-rekan saya dan saya di Sekretariat WHO," kata Tedros, dikutip dari Reuters, Minggu (26/6/2022).

Label 'darurat global' saat ini hanya berlaku untuk pandemi virus corona (Covid-19) dan upaya berkelanjutan untuk memberantas polio. Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu belum menerapkannya pada wabah cacar monyet setelah mendapat saran dari pertemuan para ahli internasional.

Kendati demikian, terdapat lebih dari 3.200 kasus cacar monyet yang dikonfirmasi dan satu kematian dilaporkan dalam enam pekan terakhir dari 48 negara di mana biasanya tidak menyebar, menurut WHO.

Tahun ini hampir 1.500 kasus dan 70 kematian di Afrika tengah, di mana penyakit ini lebih umum, dan juga telah dilaporkan, terutama di Republik Demokratik Kongo. Cacar monyet, penyakit virus yang menyebabkan gejala mirip flu dan lesi kulit, telah menyebar sebagian besar pada pria yang berhubungan seks dengan pria di luar negara endemik.

Cacar monyet dikelompokan menjadi dua, pertama varian Afrika Barat, yang diyakini memiliki tingkat kematian sekitar 1 persen dan varian ini yang menyebar di Eropa dan tempat lain. Ada pula varian Congo Basin, yang memiliki tingkat kematian mendekati 10 persen, Menurut WHO.

Ada vaksin dan perawatan yang tersedia untuk cacar monyet, meskipun persediaannya terbatas. Keputusan WHO kemungkinan akan mendapat beberapa kritik dari para ahli kesehatan global, yang mengatakan menjelang pertemuan di mana wabah itu memenuhi kriteria untuk disebut darurat.

Namun, yang lain menunjukkan WHO berada dalam posisi sulit setelah Covid-19. Pada Januari 2020, badan PBB itu pernah mendeklarasikan virus corona sebagai darurat kesehatan global, yang sempat diabaikan oleh banyak pemerintah. Dan baru ketika WHO menyatakan Covid-19 sebagai pandemi, negara-negara di dunia mengambil tindakan.
 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in