Vaksin Booster untuk Peserta BPJS Kesehatan Diberikan Mulai 2022

Nusantaratv.com - 18/10/2021 20:46

Ilustrasi vaksin covid-19/ist
Ilustrasi vaksin covid-19/ist

Penulis: Ramses Manurung

Jakarta, Nusantaratv.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta penyuntikkan vaksin booster atau vaksin covid-19 ketiga bagi masyarakat luas dapat dilaksanakan pada awal 2022. Vaksin booster diberikan kepada peserta penerima bantuan iuran (PBI) dan non-PBI BPJS Kesehatan.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas dengan Jokowi pada hari ini, Senin (18/10).

"Arahan Bapak Presiden tadi sudah disampaikan bahwa nanti vaksin booster diharapkan bisa dilaksanakan di awal tahun depan. Ini diminta untuk dipersiapkan mekanismenya yang berbasis PBI dan non-PBI," ungkap Airlangga.

Namun belum ada penjelasan mengenai target pemberian vaksin booster dan jadwalnya. Begitu juga dengan alokasi anggaran dan biaya untuk masing-masing peserta PBI maupun non-PBI.

Diketahui, pemerintah masih memfinalkan perhitungan pemberian vaksin booster ini. Yang jelas, pemberian vaksin booster bagi peserta PBI akan menggunakan dana dari APBN.

Pemerintah telah mendata jumlah populasi dan kebutuhan vaksin booster, mengutip cnnindonesiacom. 

Baca juga: Vaksin Covid-19 Booster Direncanakan Tidak Gratis pada 2022, Berapa Bayarnya?

Dengan populasi 87,4 juta jiwa, kebutuhannya 97,1 juta dosis.

Kemudian kebutuhan untuk anak berusia 12 tahun sebanyak 9,9 juta dosis. Vaksin diberikan untuk 4,4 juta orang.

Lalu ada 27,2 juta orang yang akan didanai dari APBD. Total vaksin yang disediakan 137,2 juta dosis.

Adapun masyarakat yang tak masuk dalam kelompok PBI, anak berusia 12 tahun, dan tak ditanggung APBD, maka harus bayar untuk mendapatkan vaksin booster. Ia memperkirakan jumlahnya sebanyak 93,7 juta jiwa.

Mengenai harga vaksin dan lainnya masih akan dimatangkan oleh pemerintah. 

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in