Toyota Catat Penurunan Produksi Global 3,9%, Dampak Persaingan di China Makin Terasa

Toyota Catat Penurunan Produksi Global 3,9%, Dampak Persaingan di China Makin Terasa

Nusantaratv.com - 31 Maret 2026

SUV RAV4 terbaru dari Toyota Motor dipamerkan selama acara peluncuran perdananya di dunia di Tokyo, Jepang, 21 Mei 2025. (Foto: Dok/Manami Yamada/Reuters)
SUV RAV4 terbaru dari Toyota Motor dipamerkan selama acara peluncuran perdananya di dunia di Tokyo, Jepang, 21 Mei 2025. (Foto: Dok/Manami Yamada/Reuters)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Toyota Motor Corporation mencatat penurunan produksi global sebesar 3,9 persen pada Februari 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Total produksi tercatat sebanyak 749.673 unit, menandai penurunan selama empat bulan berturut-turut.

Seperti dilaporkan Kyodo News, Senin (30/3/2026), penurunan ini terutama dipicu oleh melemahnya produksi di pasar utama seperti China dan Jepang. 

Selain itu, faktor berkurangnya hari kerja juga turut memengaruhi kinerja produksi perusahaan.

Dari sisi penjualan, Toyota juga mengalami kontraksi. Penjualan global turun 3,3 persen menjadi 737.134 unit, penurunan pertama dalam tiga bulan terakhir. 

Meski demikian, Toyota tetap mempertahankan posisinya sebagai produsen mobil terbesar di dunia berdasarkan volume penjualan.

Produksi di luar Jepang mengalami penurunan lebih dalam, yakni 4,6 persen menjadi 470.757 kendaraan. 

China menjadi salah satu penyumbang terbesar penurunan ini, dengan produksi anjlok 11,5 persen menjadi 78.457 unit. 

Ketatnya persaingan serta libur Tahun Baru Imlek yang mengurangi hari kerja menjadi faktor utama. Sementara itu, produksi domestik di Jepang turun 2,6 persen menjadi 278.916 unit. 

Di kawasan Amerika Utara, produksi juga merosot 9,1 persen menjadi 159.237 kendaraan. Hal ini dipengaruhi oleh penyesuaian model SUV andalan mereka, Toyota RAV4.

Namun, khusus di Amerika Serikat (AS), produksi justru meningkat 3,4 persen menjadi 110.978 unit. Dari sisi penjualan regional, kinerja di luar negeri turun 2,2 persen menjadi 614.870 kendaraan. 

Meski begitu, pasar Amerika Serikat menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan penjualan 3,2 persen menjadi 180.950 unit, didorong tingginya minat terhadap kendaraan hybrid.

Sebaliknya, penjualan di Jepang merosot 8,3 persen menjadi 122.264 unit. Penurunan ini dipengaruhi oleh menurunnya pendaftaran kendaraan menjelang berakhirnya insentif pajak lingkungan. 

Di China, penjualan juga turun tajam sebesar 13,9 persen menjadi 82.471 unit, mencerminkan tekanan kompetisi yang semakin ketat di pasar otomotif terbesar dunia tersebut.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close