Tesla Pangkas Harga Mobil Listrik Model Y

Nusantaratv.com - 11 Februari 2024

Mobil Model Y tampak saat upacara pembukaan Tesla Gigafactory baru untuk mobil listrik di Gruenheide, Jerman, 22 Maret 2022. (Dok/Patrick Pleul/Reuters)
Mobil Model Y tampak saat upacara pembukaan Tesla Gigafactory baru untuk mobil listrik di Gruenheide, Jerman, 22 Maret 2022. (Dok/Patrick Pleul/Reuters)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Tesla Inc., memangkas harga mobil listrik model Y di Amerika Serikat (AS). 

Pemangkasan harga ini berlaku hingga 29 Februari mendatang. Dilansir dari Reuters, Minggu (11/2/2024), pemotongan harga ini dilakukan kurang dari satu bulan setelah produsen mobil listrik asal AS itu memangkas harga Tesla Model Y di Jerman.

Tesla menurunkan harga untuk penggerak roda belakang Model Y dan Model Y Long Range masing-masing sebesar US$1.000 (sekitar Rp15 jutaan) menjadi US$42.990 (sekitar Rp671 jutaan) dan US$47.990 (sekitar Rp749 jutaan).

Pemangkasan harga tersebut mewakili diskon sebesar 2,3 persen dan 2 persen dari harga sebelumnya. Sementara menurut situs Tesla, varian Model Y Performance dan model lainnya tidak mengalami perubahan harga.

Pengiriman kendaraan dengan penggerak roda belakang Model Y dan Model Y Long Range mulai saat ini hingga 29 Februari akan dikurangi, kata Tesla dalam pemberitahuan di situsnya. Perusahaan menambahkan, harga mobil listrik tersebut nantinya akan kembali ke harga normal pada 1 Maret mendatang. 

Diketahui, Tesla memangkas harga mobil Model Y di Jerman bulan lalu, setelah sebagian besar produksi mobilnya di pabriknya di Berlin dihentikan karena kekurangan komponen setelah serangan di Laut Merah menyebabkan gangguan pengiriman.

Pada Januari, Tesla juga memperingatkan pertumbuhan penjualan yang "jauh lebih rendah" tahun ini karena mereka berfokus pada produksi kendaraan listrik generasi berikutnya, dengan kode nama "Redwood". 

Pemotongan harga terbaru diperkirakan akan semakin membebani margin Tesla, yang sudah terdampak oleh perang harga yang dimulai lebih dari satu tahun lalu. Pemotongan harga terbaru terjadi ketika Tesla bersiap menghadapi permintaan yang menurun dan meningkatnya persaingan dengan semakin banyaknya kendaraan listrik dengan harga terjangkau.

Salah satu adalah BYD China, yang mengambil alih posisi Tesla sebagai produsen kendaraan listrik terbesar di dunia pada kuartal terakhir 2023.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

(['model' => $post])