Riset: Orang Asia Tenggara Menyukai Laptop Gaming Selama Pandemi

Nusantaratv.com - 15/05/2022 17:20

ilustrasi laptop gaming / dotesports.com
ilustrasi laptop gaming / dotesports.com

Penulis: Harry Prasetyo | Editor: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Studi baru yang dilakukan oleh iPrice Group mengungkapkan bahwa orang Asia Tenggara umumnya lebih menyukai laptop gaming selama pandemi, jauh lebih banyak daripada sebelum pandemi.

Studi ini melihat ke jumlah pencarian untuk laptop gaming di lima negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Indonesia, Filipina  dan menemukan bahwa secara keseluruhan jumlah pencarian Google untuk laptop gaming sekitar dua kali lipat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Angka-angka tersebut menunjukkan minat terhadap laptop gaming sebenarnya dimulai pada Maret 2020 (awal pandemi), dan mencapai puncaknya pada Juni 2020 dan Agustus 2021 dua periode yang melihat antisipasi untuk laptop gaming baru meroket sementara COVID-19 baru varian muncul dan lebih banyak pembatasan.

Mengenai model laptop paling populer yang dicari, iPrice menemukan bahwa Acer Nitro 5 adalah laptop gaming paling populer di tiga negara Singapura, Indonesia, dan Filipina. Di Malaysia, pembeli melihat Dell Alienware X15 paling banyak, sedangkan Lenovo Legion 5 mengamankan posisi teratas di Thailand.

Bagaimana dengan harganya?

Terkait perubahan harga, iPrice secara mengejutkan menemukan bahwa fluktuasi harga laptop gaming cukup bervariasi di Indonesia, Filipina, dan Thailand.

Di Indonesia, harga tiga teratas turun sedikit setelah tanggal rilis dibandingkan dengan harga yang diamati pada Februari 2022, Acer Nitro 5 turun 23 persen, Lenovo Legion 5 Pro turun 32 persen, dan ASUS TUF Gaming F15 turun 19 persen.

Berbeda di Filipina dengan harga laptop gaming populer yang meningkat pesat dari waktu ke waktu, Acer Nitro 5 naik 43 persen, Lenovo Legion 5 Pro naik 51 persen, dan ASUS ROG Zephyrus G14 melonjak 47 persen.

Rata-rata harga laptop gaming di Filipina naik 47 persen, dan alasan yang diberikan untuk masalah ini adalah melonjaknya permintaan di tengah kekurangan pasokan di negara itu bersama dengan perubahan nilai tukar, pajak, dan biaya impor. Di Thailand, tren lebih bervariasi, dengan beberapa model naik dan yang lain turun harga.

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in