Rapat Bahas UFO, DPR AS Ngomongin Ini..

Nusantaratv.com - 18/05/2022 18:40

Penampakan diduga UFO. (Net)
Penampakan diduga UFO. (Net)

Penulis: Yusuf

Nusantaratv.com - Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya menggelar rapat dengar pendapat tentang Unidentified Flying Object (UFO) pada Selasa (17/5/2022) waktu setempat. Rapat tersebut merupakan yang pertama kali sejak 50 tahun terakhir.

Rapat dilakukan menanggapi dokumen sembilan halaman yang dirilis tahun lalu. Dalam dokumen tersebut ada 140 penampakan objek aneh diduga UFO yang terdeteksi pesawat tentara AS beserta pilotnya.

Pejabat berwenang AS lalu hanya mampu mengidentifikasikan satu dari 140 penampakan. Pejabat berwenang mengklaim objek itu hanya berupa balon udara, mengutip Science Alert. 

Dalam rapat, untuk pertama kalinya video soal benda diduga UFO dipertontonkan. Dalam video, objek berwarna hitam terbang melewati pesawat tempur tentara AS dengan kecepatan hipersonik.

"Saya tidak punya penjelasan objek apa itu sebenarnya," ujar Wakil Direktur Intelijen Kelautan, Scott Bray yang hadir dalam rapat.

Keberadaan UFO selama ini diyakini hanya konspirasi. Maklum, belum ada bukti konkret keberadaannya hingga kini.

Menanggapi rapat tersebut, ilmuwan dari Blue Marble Space Institute of Science, Jacob Haqq-Misra, menyebut pemerintah AS harus membuka informasi setransparan mungkin.

"Kami benar-benar butuh transparansi dan data baru jika kita ingin menyelesaikan masalah ini," jelas Haqq. 

Haqq menyebut ilmuwan butuh mengumpulkan data sebanyak mungkin secara sistematis.

"Apa yang kami butuhkan adalah mengumpulkan data secara sistematis, memandangi langit di banyak lokasi untuk waktu yang lama dengan instrumen yang berbeda--beda. Kemudian melihat, jika ada, sesuatu yang tidak bisa teridentifikasi," ujar Haqq

Di sisi lain, mantan Kepala Ilmuwan NASA, Jim Green menyebut ada sejumlah planet di antariksa yang mirip Bumi. Karena itu, kata dia, kemungkinan ada kehidupan lain di planet tersebut.

"Kami membuat perkembangan yang signifikan. Sekarang, kami tahu ada lebih banyak planet di galaksi daripada bintang. Banyak dari planet itu seperti Bumi yang bisa menerima cahaya dari Matahari dan memiliki air," tandas Green, mengutip Daily Star.

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in