PLN EPI Proyeksikan Kebutuhan LNG Nasional Melonjak hingga 2034

PLN EPI Proyeksikan Kebutuhan LNG Nasional Melonjak hingga 2034

Nusantaratv.com - 12 Mei 2026

Direktur Utama PT. PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Rakhmad Dewanto. ANTARA/HO-Humas PLN Bali (Antara)
Direktur Utama PT. PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Rakhmad Dewanto. ANTARA/HO-Humas PLN Bali (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-PLN Energi Primer Indonesia memproyeksikan kebutuhan gas untuk pembangkit listrik nasional akan terus meningkat hingga 2034.

Dalam proyeksi tersebut, Liquefied Natural Gas (LNG) dipastikan menjadi tulang punggung dalam menjaga pasokan energi sekaligus mendukung transisi energi Indonesia.

Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto mengatakan kebutuhan gas PLN diperkirakan tumbuh sekitar 4,5 persen per tahun.

“Power sector diproyeksikan tumbuh paling tinggi sekitar 4,6-5,4 persen per tahun, didorong elektrifikasi di sektor transportasi, industri, residensial hingga pertumbuhan data center,” ujar Rakhmad dalam forum 11th Annual LNG Supply, Transport & Storage Forum 2026 di Bali, Senin, 11 Mei 2026.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan proyeksi McKinsey dan RUKN 2025, kontribusi kelistrikan terhadap kebutuhan energi primer nasional diperkirakan meningkat dari 28 persen pada 2025 menjadi 38 persen pada 2035.

PLN memperkirakan produksi listrik nasional meningkat hampir dua kali lipat, dari 283,7 TWh pada 2024 menjadi sekitar 581–584 TWh pada 2034.

Meski bauran energi baru terbarukan terus meningkat, gas disebut masih menjadi penopang utama keandalan sistem kelistrikan nasional.

“Pada 2034, gas diproyeksikan menyumbang sekitar 18-23 persen bauran pembangkit listrik nasional atau setara 132,3 TWh, naik 2,3-2,7 kali lipat dibanding saat ini,” kata Rakhmad, dikutip dari Antara.

Sejalan dengan proyeksi tersebut, kebutuhan gas PLN diperkirakan naik dari 1.748 BBTUD pada 2026 menjadi 2.490 BBTUD pada 2034.

Sementara kebutuhan kargo LNG meningkat dari 103 kargo menjadi 214 kargo pada periode yang sama.

Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan itu, PLN EPI memperkuat kontrak jangka panjang gas dan LNG, termasuk pengembangan berbagai infrastruktur strategis seperti Floating Storage Regasification Unit (FSRU), LNG carrier, Onshore Receiving Unit (ORU), hingga pembangunan jaringan pipa gas nasional.

Beberapa proyek yang sedang dikembangkan antara lain FSRU Jawa Barat 1 dan 2, FSRU Jawa Timur, FSRU Bali, hingga FSRU Cilegon.

Selain itu, pengembangan klaster LNG di Sumatera-Kalimantan, Sulawesi-Maluku, Papua Utara, hingga Nusa Tenggara juga terus dilakukan guna mendukung program gasifikasi pembangkit listrik di wilayah kepulauan.

Secara keseluruhan, PLN EPI menargetkan kapasitas regasifikasi mencapai 3.850 MMSCFD dengan kapasitas penyimpanan hingga 1,2 juta meter kubik.

Menurut Rakhmad, penguatan infrastruktur LNG kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis demi mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak dan memperkuat ketahanan energi nasional.

“Ini bukan lagi pilihan. Infrastruktur gas dan LNG harus dibangun untuk mendukung ketahanan energi dan transisi energi Indonesia,” katanya.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close