Percepat Pembangunan Proyek Infrastruktur Strategis, AHY Dorong Penguatan Kolaborasi dengan Danantara

Percepat Pembangunan Proyek Infrastruktur Strategis, AHY Dorong Penguatan Kolaborasi dengan Danantara

Nusantaratv.com - 17 Juni 2026

AHY Dorong Penguatan Kolaborasi dengan Danantara (Kemenkoinfra)
AHY Dorong Penguatan Kolaborasi dengan Danantara (Kemenkoinfra)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mendorong penguatan sinergi antara pemerintah dan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara guna mempercepat pembangunan berbagai proyek infrastruktur strategis nasional.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mendukung pembiayaan proyek-proyek prioritas yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan AHY usai menghadiri Rapat Gabungan Dewan Pengawas dan BPI Danantara di Jakarta, Senin, 15 Juni 2026. Menurutnya, kehadiran Danantara melalui Danantara Development Management Fund (DDMF) dapat menjadi mitra strategis dalam mendukung pembangunan jangka panjang yang sejalan dengan visi pembangunan nasional Presiden Prabowo Subianto.

AHY menegaskan bahwa sektor infrastruktur membutuhkan dukungan pendanaan yang kuat, berkelanjutan, dan terintegrasi agar proyek-proyek strategis dapat terealisasi lebih cepat.

Menurutnya, DDMF memiliki peran penting dalam mendukung pembiayaan pembangunan infrastruktur esensial yang menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.

"Bagi kami di Kemenko Infra, DDMF akan menjadi mitra strategis karena salah satu fokus utamanya adalah pembangunan nasional dan infrastruktur esensial yang sejalan dengan agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.

Salah satu proyek yang menjadi perhatian dalam pembahasan tersebut adalah pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa. Proyek ini dinilai mendesak untuk melindungi kawasan pesisir dari ancaman penurunan muka tanah dan kenaikan permukaan air laut yang berpotensi memicu banjir rob.

AHY menyebut wilayah Teluk Jakarta, Semarang, Kendal, hingga Demak membutuhkan perlindungan yang lebih kuat untuk menghadapi tantangan perubahan iklim dan risiko bencana di masa mendatang.

"Ini sudah sangat mendesak. Ada sejumlah daerah yang membutuhkan perlindungan melalui pembangunan Giant Sea Wall karena menghadapi penurunan muka tanah dan kenaikan permukaan air laut yang menyebabkan banjir rob," katanya.

Selain proyek perlindungan pesisir, pemerintah juga mendorong percepatan pembangunan dan revitalisasi jaringan perkeretaapian nasional.

Program tersebut mencakup pengaktifan kembali jalur kereta yang tidak beroperasi, modernisasi jalur eksisting, hingga pembangunan jaringan baru di Pulau Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.

AHY menilai penguatan sektor perkeretaapian tidak hanya meningkatkan mobilitas masyarakat, tetapi juga berperan penting dalam memperkuat sistem logistik nasional dan menekan biaya distribusi barang.

"Fokusnya bukan hanya transportasi manusia, melainkan juga logistik. Ini penting untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing ekonomi di berbagai wilayah Indonesia," jelasnya.

Dalam sektor perumahan, AHY menekankan pentingnya dukungan investasi dan pembiayaan untuk mewujudkan target pembangunan 3 juta rumah yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

Menurutnya, ketersediaan skema pendanaan yang kuat akan memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas.

Program tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi backlog perumahan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di berbagai daerah.

AHY menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga merupakan investasi strategis yang akan menentukan daya saing Indonesia pada masa depan.

Karena itu, setiap proyek harus dirancang secara matang, memiliki tata kelola yang transparan, serta didukung pendanaan yang berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Ia optimistis kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah dan Danantara akan mempercepat realisasi berbagai proyek nasional yang selama ini menjadi prioritas pembangunan.

Dalam kesempatan tersebut, AHY juga memberikan apresiasi terhadap capaian Danantara yang berhasil menghimpun pendanaan global melalui penerbitan obligasi senilai 1,5 miliar dolar AS.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan investor internasional terhadap prospek ekonomi Indonesia dan kemampuan lembaga investasi nasional dalam mengelola proyek-proyek strategis.

"Ini merupakan milestone penting dan menjadi bentuk kepercayaan dunia terhadap Indonesia. Kami tentu mengapresiasi kerja keras Danantara yang terus menunjukkan progres positif," ujarnya.

Ke depan, AHY berharap kerja sama antara pemerintah dan Danantara semakin solid untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada pemerataan pembangunan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia menegaskan bahwa seluruh investasi yang masuk harus dikelola secara akuntabel dan transparan agar mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

"Kami ingin memastikan seluruh proses berjalan secara akuntabel dan transparan, sehingga setiap investasi yang dilakukan benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan pembangunan nasional," pungkas AHY.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close