Peneliti BRIN Dimas Fajar Prasetyo Tegaskan Tak Terlibat Riset Palsu

Peneliti BRIN Dimas Fajar Prasetyo Tegaskan Tak Terlibat Riset Palsu

Nusantaratv.com - 31 Mei 2026

Ilustrasi Gedung BRIN/ist
Ilustrasi Gedung BRIN/ist

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Peneliti BRIN Dimas Fajar Prasetyo secara tegas membantah pemberitaan yang menyebut keterlibatannya dalam skandal riset palsu. Dimas menyatakan dirinya tidak memiliki kaitan dalam bentuk apapun terkait skandal dugaan pemalsuan riset tersebut. 

Diketahui, pada pertengahan Mei lalu, publik dihebohkan dengan skandal pemalsuan riset tiga Warga Negara Indonesia (WNI) saat forum ilmiah International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISPPD) 2026, Kopenhagen, Denmark. Skandal tersebut turut menyeret beberapa pihak.

"Terkait dengan pemberitaan yang beredar akhir-akhir ini menyangkut kemunculan beberapa publikasi yang mencantumkan nama serta afiliasi yang menyerupai identitas saya, dengan ini saya mengklarifikasi dan menegaskan bahwa itu BUKAN SAYA dan tidak berkaitan dengan diri saya dalam bentuk apa pun," tegas Dimas Fajar Prasetyo dalam keterangan resminya. 

"Saya tidak ada sangkut pautnya dengan hal tersebut. Saya tidak pernah sama sekali membuat penelitian tersebut, terlibat dalam penelitian tersebut, mengikuti kegiatan tersebut, maupun mengetahui dan bekerja sama dengan penulis dalam penelitian tersebut," tambahnya. 

Dimas menyampaikan bidang kepakaran yang ditekuninya hingga saat ini di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) adalah Offshore and Marine Systems Engineering. Sejak awal perjalanan akademik dan penelitian, Dimas mengaku selalu menjunjung tinggi research ethics serta komitmen untuk terus memperdalam kepakaran sesuai bidang keilmuan yang saya tekuni. Hal tersebut juga tercermin dari rekam jejak akademik, bidang studi, serta jalur riset yang ditempuhnya hingga saat ini.

"Oleh karena itu, sebagaimana diberitakan bahwa nama saya tercantum dalam beberapa penelitian yang sangat berbeda di luar bidang kepakaran saya, hal tersebut jelas tidak sejalan dengan aktivitas akademik maupun profesional yang selama ini saya jalankan," tandasnya.  

"Apabila nama dan afiliasi yang menyerupai dengan saya digunakan dalam penelitian yang tidak saya ketahui sama sekali, maka hal tersebut patut diduga sebagai bentuk penggunaan identitas serta afiliasi tanpa persetujuan saya," imbuhnya. 

Menurut Dimas pencantuman namanya tanpa izin sebagai tindakan tidak bertanggung jawab dan merupakan indikasi pemalsuan nama pada karya keilmuan yang dapat merugikan nama baik saya maupun institusi ditempat saya bernaung dan mengabdi.

Adapun soal beberapa media sosial pribadinya yang saat ini ia nonaktifkan, hal itu dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan penyalahgunaan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Demikian klarifikasi ini saya sampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat luas. Semoga hal ini dapat menjadi pembelajaran dan pengingat bersama akan pentingnya sikap bijak dan tanggung jawab dalam kegiatan akademik dan publikasi ilmiah," pungkasnya. 


 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close