Otto Hasibuan Ajak Mahasiswa Optimalkan Kemudahan Akses Informasi

Nusantaratv.com - 11/12/2021 17:40

Otto Hasibuan (kedua dari kanan) di Sidang Senat Terbuka Wisuda STIH IBLAM.
Otto Hasibuan (kedua dari kanan) di Sidang Senat Terbuka Wisuda STIH IBLAM.

Penulis: Mochammad Rizki

Nusantaratv.com - Praktisi hukum yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) Otto Hasibuan, mengajak mahasiswa khususnya mahasiswa hukum memanfaatkan secara optimal berbagai kemudahan yang diraih mereka saat ini dalam proses belajar-mengajar.

Ini dilakukan agar ketahanan, pemulihan dan pembaharuan hukum di Indonesia bisa terlaksana.

"Perlu kita sadari juga bersama, bahwa tantangan dari era digitalisasi sekarang ini juga dialami oleh mahasiswa merupakan generasi Z, yaitu generasi yang lahir pada medio tahun 1996-2010. Begitu banyak dan mudahnya akses terhadap data informasi, faktanya tidak diikuti dengan tingkat keingintahuan (curiosity) dari mahasiswa yang justru berjalan linier, kalau tidak dikatakan menurun jika dibandingkan dengan generasi mereka sebelumnya," ujar Otto.

Ini dinyatakan Otto saat dirinya didapuk untuk memberikan orasi ilmiah di Wisuda ke-XXIII Program Sarjana Hukum dan Program Magister Hukum Sekolah Tinggi Ilmu Hukum IBLAM Jakarta, Sabtu (11/12/2021). Ketahanan, pemulihan dan pembaharuan hukum di Indonesia sendiri, merupakan tajuk dalam wisuda tersebut. 

Berdasarkan data Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), lanjut Otto, pengakses jurnal ilmiah di Indonesia jumlahnya tak sepadan dibanding jumlah mahasiswa. Pada 2020, jurnal ilmiah di Tanah Air dibaca sebanyak 72.054, sedangkan yang diunduh ada sebanyak 15.465, dimana angka tersebut memiliki sebaran dari mahasiswa, pelajar, pegawai negeri sipil (PNS), peneliti dan juga umum.

Sementara jika dibandingkan dengan jumlah mahasiswa terdaftar pada tahun 2020 berdasarkan Statistik Pendidikan Tinggi 2020, yang dipublikasikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, sebanyak 7,9 juta.

"Dari data tersebut di atas, terlihat bahwa meskipun data informasi, dalam hal ini jurnal ilmiah telah bermigrasi menjadi bentuk digital yang dapat diakses dengan mudah oleh seluruh orang, tetapi literasi mahasiswa di Indonesia masih sangatlah rendah," tutur Otto. 

"Selain itu, dengan mudahnya akses informasi pada era digital juga turut serta meningkatkan mental plagiarisme di kalangan mahasiswa. Hal ini tentu berbahaya ke depannya apabila terus dibiarkan," imbuhnya. 

Di samping itu, mahasiswa atau peserta didik, pengajar ataupun dosen juga memiliki peran vital dalam mewujudkan ketahanan, pemulihan dan pembaharuan hukum di Tanah Air. Terutama di masa pandemi Covid-19, dan arus perkembangan teknologi yang begitu deras seperti sekarang.

Dosen diharapkan mampu beradaptasi dengan berbagai perkembangan zaman. Sehingga, kegiatan belajar-mengajar kian efektif dan efisien.

"Dengan terjadinya perubahan metode belajar mengajar seperti sekarang ini, dosen tidak hanya dituntut untuk mampu beradaptasi dalam penguasaan teknologi, tetapi di samping itu dosen juga harus memiliki pedagogi yang mumpuni agar tujuan pendidikan tetap dapat dicapai secara maksimal melalui metode pendidikan dengan sistem digital," tandasnya.

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in