Nusantaratv.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto buka suara mengenai polemik penetapan desil penerima bantuan sosial (bansos) yang belakangan ramai diperbincangkan masyarakat.
Polemik ini mencuat setelah sejumlah warga mengaku terkejut dengan hasil pengelompokan desil.
Ada warga yang merasa memiliki penghasilan pas-pasan, namun justru tercatat dalam kelompok ekonomi atas sehingga berpotensi tidak masuk dalam kategori penerima bansos.
Airlangga menjelaskan, penetapan desil penerima bansos dilakukan berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Data tersebut menjadi salah satu basis utama pemerintah dalam menentukan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Menurut Airlangga, pemerintah saat ini juga tengah melakukan survei ekonomi.
Hasil survei tersebut nantinya dapat digunakan untuk mengevaluasi dan memperbarui pengelompokan kondisi ekonomi masyarakat dalam DTSEN.
"Sekarang sedang ada Economic Survey. Jadi tentu kemarin kan khusus untuk Desil ekonomi itu basisnya di DTSEN. Dan sekarang kebijakan untuk bansos itu menggunakan satu data dari DTSEN. Nah, terus sekarang survei ekonomi sedang dilakukan. Nanti kita lihat hasilnya seperti apa. Sehingga akan ada perubahan dari data-data itu tadi. Iya, selalu data kan sifatnya dinamis," ujar Airlangga dalam program "Nusantara Economic Updates", Jumat (21/8/2026).
Airlangga menegaskan data desil bersifat dinamis. Artinya, posisi desil seseorang tidak selalu tetap dan dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi sosial maupun ekonomi masyarakat.
DTSEN sendiri merupakan basis data pemerintah yang memuat informasi mengenai kondisi sosial, ekonomi, serta peringkat kesejahteraan masyarakat.
Data tersebut dibentuk melalui penggabungan sejumlah basis data pemerintah dan kemudian dipadankan dengan data kependudukan.
Perubahan kondisi kehidupan masyarakat dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pembaruan data desil. Misalnya, perubahan pekerjaan dan penghasilan, kondisi tempat tinggal, kepemilikan aset, maupun faktor sosial ekonomi lainnya.
Karena itu, masyarakat yang saat ini berada pada desil tertentu belum tentu akan berada di posisi yang sama pada pembaruan data berikutnya.
Pemerintah akan terus memperbarui data untuk memastikan pengelompokan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat semakin sesuai dengan kondisi terkini.
Hasil survei ekonomi yang sedang berjalan nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran terbaru mengenai kondisi masyarakat dan menjadi bahan evaluasi data DTSEN.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh