Lendir Bekicot Buat Perawatan Kulit?

Nusantaratv.com - 24/06/2022 18:20

Bekicot / wikipedia
Bekicot / wikipedia

Penulis: Harry Prasetyo | Editor: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Bekicot identik dengan lender dan menjijikan. Namun, lendir bekicot ternyata masuk ke rak-rak kecantikan untuk perawatan kulit di seluruh dunia.

Filtrat sekresi siput tampaknya menjadi entri baru yang menjanjikan ke dunia perawatan kulit . Sementara bahan tersebut baru-baru ini menjadi sorotan karena popularitas produk kecantikan Korea, penggunaan lender bekicot diyakini sudah ada sejak hampir 2.500 tahun yang lalu.

 “Mucin bekicot banyak digunakan oleh orang Yunani untuk manfaat penyembuhan kulitnya. Itu juga digunakan untuk luka ringan seperti sayatan dan luka di zaman kuno, ”kata Dr Pooja Chopra, konsultan senior, dokter kulit, Aakash Healthcare, Dwarka.  Bahkan Dokter Yunani yang terkenal, Hippocrates, dikatakan telah meresepkan kulit siput yang dihancurkan dan susu asam sebagai cara untuk menghilangkan peradangan pada kulit.

Lendir bekicot atau filtrat sekresi siput dikeluarkan dari siput dan digunakan dalam serum, esens, dan pelembab yang diformulasikan oleh beberapa merek. Berbicara tentang manfaatnya, Chopra mengatakan, “Produk yang mengandung lendir siput melembabkan dan membuat kulit montok. Ini adalah exfoliant yang berguna dan memiliki sifat anti-inflamasi. Ini juga mendorong sintesis kolagen, yang membantu penyembuhan dan regenerasi kulit.”

Sifat menghidrasi dan penyembuhan lendir siput berasal dari bahan penyusunnya, jelas Dr Sakshi Srivastava, konsultan senior, departemen dermatologi, Rumah Sakit Jaypee, Noida. “Mengandung asam hialuronat, allantoin, antioksidan, seng, mangan, dan glikosaminoglikan, yang membantu menghidrasi, mengenyalkan, menenangkan kulit dan dalam membangun kolagen.”

Selain bermanfaat sebagai produk mandiri, lender bekicot juga dapat dikombinasikan dengan baik dengan bahan aktif lainnya untuk memaksimalkan efeknya pada kulit.

Dr Ramanjit Singh, konsultan tamu, dermatologi, Rumah Sakit Medanta, Gurugram, mengatakan, “lendir bekicot itu sendiri menjanjikan karena mengandung allantoin, yang membantu dalam penyembuhan, menenangkan dan menghaluskan kulit. Tetapi juga membantu bahan dan antioksidan lain, seperti asam glikolat, vitamin A, E dan C melakukan tugasnya dengan lebih baik. Ketika dikombinasikan dengan retinol, dapat meningkatkan efek anti-penuaan hampir empat kali lipat.”

Namun, penelitian seputar bahan tersebut, yang diyakini para ahli sebagian besar aman dan tidak berbahaya, agak terbatas. “Bukti ilmiah saat ini masih terbatas dan transparansi serta instruksi tentang cara mengumpulkan lendir siput harus tersedia,” kata Chopra. Selain itu, lender bekicot belum disetujui oleh US-FD.

Kesimpulannya, meskipun bahan tersebut dapat bermanfaat tapi tidak perlu menjadi komponen penting dari rutinitas perawatan kulit seseorang  setidaknya sampai penelitian lebih lanjut dilakukan.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in