KM Liberty 1 Tenggelam di Laut Bali, 9 ABK Masih dalam Pencarian

Nusantaratv.com - 27/10/2021 14:22

Ilustrasi kapal tenggelam/ist
Ilustrasi kapal tenggelam/ist

Penulis: Ramses Manurung

Jakarta, Nusantaratv.com-Kapal Motor (KM) Liberty 1 dilaporkan tenggelam di perairan utara Bali. Kapal tenggelam usai dihantam gelombang besar dan badai. 

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Denpasar Bali mengatakan kejadian yang menimpa KM Liberty 1 berlangsung sangat cepat. 

"Setelah kami tanya kepada kapten yang kebetulan selamat memang kejadiannya begitu cepat, informasi malam sekitar pukul 23.00 Wita, otomatis visibility terbatas paling jarak pandang hanya sampai 2 dan 3 meter," kata Kepala Basarnas Bali Gede Darmada, Rabu (23/10/2021).

Darmada menuturkan ada gelombang besar dan badai saat malam sebelum KM Liberty 1 tenggelam, sehingga kapal sedikit terdorong. Kapal sebenarnya sempat mencoba menghindari gelombang dengan melakukan manuver.

"Jadi keputusan sebetulnya sudah bagus diambil coba manuver, hanya saja saat manuver itu mungkin ada gelombang samping sehingga kapal itu dihantam badai gelombang, sehingga semuanya berusaha menyelamatkan diri tanpa lagi memperhatikan pengantar sinyal bahayanya. Artinya ada kepanikan," jelas Darmada mengutip detik.

Darmada mengatakan, sebetulnya KM Liberty 1 dilengkapi dengan Emergency Position Indicating Radio Beacon (EPIRB). Akan tetapi sinyal radio itu tidak terpancar.

Baca juga: KRI Nanggala Tenggelam, MPR Minta Alutsista Bekas Tak Dipakai Lagi

Darmada lebih lanjut menjelaskan, berdasarkan penuturan kapten kapal saat kejadian sebagian anggota lari mendekati liferaft dan sebagian lagi lari mengambil life jacket dan pelampung. Saat kejadian, para ABK juga terlambat mengoptimalkan benda-benda yang mengapung dari kapal.

Basarnas masih terus melakukan pencarian 9 orang anak buah kapal (ABK) KM Liberty 1 yang hilang.

"Pencarian dilakukan dengan mengerahkan Kapal Negara SAR Arjuna 229 dengan 17 orang ABK dan 5 orang tim rescue," kata Darmada.

Diketahui, KM Liberty 1 lepas sandar dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Jumat (22/10) pukul 00.07 WIB menuju Kecamatan Reo, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun pada Sabtu (23/10) pukul 22.07 Wita kapal berjenis kargo ini tenggelam karena dihantam badai di perairan utara Bali.

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in