Kepala BPOM: Kerja Sama dengan USP Bikin Obat Indonesia Lebih Mudah Diakui Dunia

Kepala BPOM: Kerja Sama dengan USP Bikin Obat Indonesia Lebih Mudah Diakui Dunia

Nusantaratv.com - 22 Juli 2026

Amanda Cowley, J.D. EVP United States Pharmacopeia, Programs, Regional Operations and Strategy, Chief Growth Officer dan Kepala BPOM Taruna Ikrar (NTV Dedi)
Amanda Cowley, J.D. EVP United States Pharmacopeia, Programs, Regional Operations and Strategy, Chief Growth Officer dan Kepala BPOM Taruna Ikrar (NTV Dedi)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan kerja sama dengan United States Pharmacopeia (USP) akan memperkuat kepercayaan dunia terhadap produk obat asal Indonesia. Melalui kolaborasi tersebut, BPOM akan mengadopsi standar USP yang telah diakui secara global sebagai acuan dalam pengawasan dan penjaminan mutu obat.

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan penggunaan standar USP menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan setiap produk farmasi yang beredar di Indonesia memenuhi standar ilmiah dan kualitas internasional.

"Keuntungan pertama, tentu kita menggunakan standar USP. Misalnya produk chemical, produk biologi dan sebagainya kita ada parameter standar. Itu yang keuntungan pertama, yang tidak perlu lagi kita melakukan tera ulang di negeri kita karena kita sudah ada referensi," ujar Taruna dalam USP-BPOM Joint Symposium di Ballroom Novotel Jakarta Pulomas, pada Rabu, 22 Juli 2026. 

Menurut Taruna, manfaat berikutnya adalah meningkatnya kepercayaan negara lain terhadap produk farmasi Indonesia. Pasalnya, banyak regulator di dunia juga menjadikan standar USP sebagai acuan dalam menilai kualitas obat.

"Karena kita refer ke dia, maka tahap berikutnya dampaknya adalah tentu seluruh dunia karena me-reference juga pada US Pharmacopeia, dia percaya kita tentunya. Oh selain dia WHO Listed Authority, standarnya adalah standar betul-betul pada lembaga yang punya reputasi dan terpercaya," katanya.

Ia menjelaskan kerja sama tersebut tidak hanya sebatas penggunaan standar internasional. BPOM juga akan memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui program pelatihan bersama USP, khususnya pada teknologi farmasi terkini seperti terapi genetik, terapi RNA, messenger RNA (mRNA), biosimilar, hingga produk biologi.

Selain itu, kerja sama juga mencakup transfer teknologi dan dukungan pembaruan laboratorium BPOM agar mampu mengikuti perkembangan teknologi pengujian obat modern.

"Transfer teknologi itu luar biasa. Dan yang terakhir keuntungan yang kita sudah rasakan sekarang salah satunya adalah dia akan bantu kita di laboratorium kita untuk diperbaharui," ucap Taruna.

Sementara itu, Executive Vice President United States Pharmacopeia (USP) Amanda Cowley menyatakan pihaknya mendukung penuh penguatan kapasitas BPOM karena akan memberikan manfaat tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga masyarakat global.

"Saya percaya BPOM Indonesia yang kuat bukan hanya baik untuk Indonesia, tetapi juga baik untuk dunia. Contoh yang disampaikan menunjukkan bagaimana regulator yang kuat mampu menghasilkan obat-obatan berkualitas untuk seluruh dunia," kata Amanda.

Ia menambahkan USP menyambut baik kemitraan jangka panjang dengan BPOM, termasuk dalam mendukung pengembangan keahlian ilmiah dan kolaborasi regulatori Indonesia menuju regulator obat berstandar global.

"Kami bangga menjadi mitra BPOM dalam perjalanan menuju WHO Listed Authority dan siap memberikan dukungan melalui keahlian ilmiah serta kolaborasi yang kami miliki," ujarnya.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close