Nusantaratv.com-Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya bersama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar membahas tindak nyata pemberdayaan ekonomi kreatif dan upaya menghadirkan kebaikan inovasi kreativitas pascabencana Sumatra. Rapat Tingkat Menteri ini mewujudkan strategi kolaborasi antar kementerian sehingga mempercepat intervensi transisi pemulihan terhadap masyarakat terdampak.
“Kementerian Ekraf yang berada dalam naungan Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat terus melaporkan program-program yang telah dipersiapkan pascabencana. Tak hanya sekadar memberikan bantuan, kami hadir supaya ekonomi kreatif yang ada di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dapat kembali bangkit,” ungkap Menteri Ekraf Teuku Riefky seusai pertemuan di Ruang Rapat Menko PM pada Rabu, 7 Januari 2026.
Kementerian Ekraf berharap inisiasi beberapa program strategis bisa berjalan dengan pendekatan integrasi holistik melalui pemulihan ekonomi, pengembangan kompetensi, dan akses ekosistem kreatif. Beberapa program kolaboratif pun tercetus seperti pelatihan kreasi batik, residensi kreatif, pelatihan masak bersama master, workshop teknis menjahit pakaian, workshop melukis bagi anak-anak, akselerasi kriya (kriyasi) sulam dan anyam, serta workshop desain kemasan bagi para pegiat ekraf.
“Adapun program-program yang akan dilakukan nanti, kami terus berkoordinasi dengan lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah sehingga bisa langsung mengarah terhadap para pegiat ekonomi kreatif yang terdampak di daerah tersebut. Kementerian Ekraf juga berkolaborasi dengan asosiasi-asosiasi, para pekerja seni, dan pihak swasta yang ingin berpartisipasi memulihkan daerah bencana lebih baik sehingga para pegiat ekraf kembali produktif,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya bersama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar membahas tindak nyata pemberdayaan ekonomi kreatif dan upaya menghadirkan kebaikan inovasi kreativitas pascabencana Sumatra/ist
Di sisi lain, sinkronisasi lintas kementerian terus menyatukan langkah guna mendorong pemberdayaan nyata pascabencana bagi masyarakat terdampak. Kemenko PM juga berkolaborasi dengan lembaga filantropi, lembaga zakat, dan organisasi kemanusiaan demi memastikan pemulihan berjalan terpadu dan tepat sasaran. Apalagi data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut 242.174 jiwa masih mengungsi dan 175.126 rumah mengalami kerusakan.
“Kami bertekad bahwa recovery, rehabilitasi dan rekonstruksi pasca tanggap darurat dimulai dengan langkah-langkah pemberdayaan agar masyarakat terus produktif, baik dari segi penghasilan maupun inovasi dan kreativitas untuk terus maju. Kami juga sudah lakukan pendataan aset yang terdampak dan sinergi membentuk peta pemberdayaan dengan filantropi, badan amal zakat, serta lembaga-lembaga penggerak masyarakat,” imbuh Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar.
Dalam pemulihan pascabencana, Kemenko PM bersinergi dengan kementerian dan lembaga di bawah koordinasinya untuk mendorong kebijakan pemberdayaan masyarakat yang terarah dan berkelanjutan dengan target mengantisipasi munculnya kemiskinan baru di wilayah terdampak bencana, mempercepat pemulihan ekosistem ekonomi, dan mempercepat pemulihan kemandirian masyarakat.
Dalam rapat tersebut, Menteri Ekraf Teuku Riefky didampingi Sekretaris Kementerian Ekraf/Sekretaris Utama Dessy Ruhati serta Direktur Kajian dan Manajemen Strategis Agus Syarip Hidayat. Tampak hadir pula Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin, Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, Direktur Utama Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Ali Ghufron Mukti, beserta Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Pramudya Iriawan Buntoro.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh