Karak Bratan, Cemilan Renyah Asal Kota Solo

Nusantaratv.com - 22/05/2022 14:31

Karak Bratan
Karak Bratan

Penulis: Armansyah | Editor: Supriyanto

Nusantaratv.com – Karak Bratan, menjadi produk kuliner asli Solo yang digemari banyak orang. Dinamai Karak Bratan, karena krupuk yang terbuat dari beras ini diproduksi di Kampung Bratan, Kecamatan Laweyan. Lalu, apa ya keunggulan dari krupuk karak yang satu ini?

Karak Bratan kini banyak diburu oleh wisatawan atau orang-orang yang berkunjung ke Kota Solo untuk dijadikan sebagai buah tangan atau oleh-oleh. 

Salah satu produk Karak Bratan yang banyak dicari para wisatawan adalah Karak Bratan yang diproduksi oleh keluarga Mitro Raharjo. Keluarga ini telah menjadi produsen Karak Bratan secara turun temurun hingga saat ini telah menginjak ke generasi ketiga.

“Awalnya dibuat oleh kakek kami Mbah Mitro Raharjo. Kemudian diteruskan oleh Pak Ismu dan sekarang dikelola istri dan saya sebagai menantu,” jelas Hartono, seperti dikutip dari GenPI.co, Minggu (22/5/2022).

Bagi wisatawan yang ingin melihat proses pembuatan Karak Bratan bisa datang langsung ke rumah kediaman keluarga Mitro Raharjo di Kampung Bratan RT 1 Rw 6. Bahannya berupa nasi yang sudah dikukus dengan bawang dan garam. Setelah itu, nasi itu ditumbuk hingga jadi adonan dan kemudian diiris tipis. Irisan adonan nasi tersebut kemudian dijemur di bawah sinar matahari sampai kering dan kemudian digoreng dan jadilah karak.

Karak Bratan Solo pernah dipesan Presiden Soeharto. (nusadaily.com)

Proses produksinya yang sederhana dan bahannya yang berupa nasi membuat karak sering dinggap sebagai camilan masyarakat kelas bawah. Tapi, Hartono nggak ambil pusing dengan hal ini. Nyatanya, permintaan karak tetap tinggi yang menandakan peminatnya dari berbagai kalangan.

“Dulu produksi bisa sampai 100 kg per harinya. Kalau setelah pandemi, hanya 70 kg saja. Itu sudah maksimal. Sebenarnya permintaan banyak hanya kami tidak bisa melayaninya,” terangnya.

Soal harga, karak produksi Hartono cukup murah. Harganya hanya Rp 65 ribu per kilogram. Ingat ya, satu kilogram karak itu bisa sangat banyak.

Karena alasan inilah, pelanggan karak produksi Hartono sangat banyak. Bahkan, ada yang rela jauh-jauh dari luar Kota Solo untuk membelinya.

Berdasarkan keterangan Hartono, mendiang Presiden Soeharto ternyata juga sering memesan karak di tempat usahanya, lo. Tapi, yang memesan adalah ajudannya.

“Biasanya yang memesan dari ajudan di Ndalem Kalitan,” ujar Hartono bangga.

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in