Jawab Kritik Peran TNI di Sektor Sipil, Prabowo: Demi Percepatan Program untuk Rakyat

Jawab Kritik Peran TNI di Sektor Sipil, Prabowo: Demi Percepatan Program untuk Rakyat

Nusantaratv.com - 08 Juni 2026

Presiden Prabowo Subianto saat memberikan arahan dalam kunjungannya di SRMP 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6/2026). (Foto: ANTARA/HO-tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto saat memberikan arahan dalam kunjungannya di SRMP 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6/2026). (Foto: ANTARA/HO-tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Presiden Prabowo Subianto menanggapi kritik yang berkembang terkait semakin luasnya keterlibatan militer dalam berbagai program pemerintahan sejak dirinya menjabat sebagai kepala negara.

Menurut Prabowo, pelibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dilakukan untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam wawancara khusus dengan jurnalis Atlantico, Jean-Sébastien Ferjou.

Dalam kesempatan itu, Presiden menegaskan, masyarakat menginginkan hasil nyata dari pemerintah dalam waktu yang cepat sehingga diperlukan dukungan dari berbagai institusi negara.

Prabowo menjelaskan dirinya meminta bantuan TNI dan Kepolisian dalam menjalankan sejumlah program prioritas yang berkaitan langsung dengan kepentingan publik, mulai dari penanganan bencana hingga penguatan ketahanan pangan.

"Rakyat saya mengharapkan hasil, dan mereka mengharapkannya dengan cepat. Itulah sebabnya saya meminta Kepolisian dan TNI untuk membantu memberikan hasil tersebut, seperti membangun kembali Sumatera setelah banjir, membangun jembatan, dan memastikan ketahanan pangan," kata Prabowo, dikutip dari Atlantico, Senin, 8 Juni 2026.

Menurut Prabowo, keterlibatan aparat negara dalam berbagai program tersebut bukan semata-mata untuk memperluas peran militer di ranah sipil, melainkan sebagai upaya mempercepat pelaksanaan kebijakan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

Dalam wawancara yang sama, Prabowo juga menegaskan komitmennya terhadap sistem demokrasi.

Dia menyebut demokrasi masih menjadi pilihan terbaik dibandingkan berbagai alternatif sistem pemerintahan lainnya, meskipun tidak luput dari berbagai kekurangan.

"Saya percaya pada demokrasi. Demokrasi memang tidak sempurna, tetapi ia adalah sistem terbaik di antara semua alternatif yang tersedia," ujar Prabowo.

Presiden kemudian mengingat kembali perjalanan politiknya yang panjang sebelum akhirnya memenangkan pemilihan presiden pada 2024.

Dia menilai keberhasilannya mencapai kursi kepresidenan merupakan bukti bahwa dirinya tetap menempuh jalur demokrasi dalam meraih mandat rakyat.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Buddha yang memperingati Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era. (BE) (Foto: Istimewa)

"Itulah sebabnya saya mengikuti proses demokrasi. Saya mencalonkan diri sebagai presiden tidak hanya sekali, tidak dua kali, tetapi lima kali sejak 2004. Tahun 2004, 2009, 2014, 2019, dan baru menang di tahun 2024," ungkapnya.

Pernyataan Prabowo tersebut sekaligus menjadi respons terhadap sejumlah kritik yang muncul belakangan terkait keterlibatan TNI dalam berbagai program pemerintah.

Presiden menegaskan fokus utama pemerintah adalah memberikan hasil yang cepat dan konkret bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, penanganan bencana, serta penguatan ketahanan nasional.

Dengan penjelasan tersebut, Prabowo menekankan setiap kebijakan yang melibatkan TNI dan Polri tetap diarahkan untuk mendukung pelayanan publik dan percepatan pembangunan, sembari tetap berada dalam kerangka sistem demokrasi yang berlaku di Indonesia.


 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close