Google Ingatkan 2,5 Miliar Pengguna Gmail, Segera Ganti Kata Sandi

Nusantaratv.com - 29 Agustus 2025

Ilustrasi. Aplikasi Gmail. (Foto: Reuters)
Ilustrasi. Aplikasi Gmail. (Foto: Reuters)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Gmail, layanan email milik Google yang digunakan oleh lebih dari 2,5 miliar orang di seluruh dunia, menjadi salah satu target utama serangan siber. 

Baru-baru ini, seperti dikutip dari Phone Arena, Jumat (29/8/2025), Google mengeluarkan peringatan serius terkait peningkatan aktivitas peretasan terhadap para penggunanya.

Dalam laporannya, Google mengungkap metode phishing dan pencurian kredensial menyumbang sekitar 37% dari total intrusi yang berhasil dilakukan oleh penyerang. 

Kondisi ini mendorong Google untuk menyerukan agar pengguna Gmail segera mengganti kata sandi mereka, demi keamanan akun pribadi.

Yang mengkhawatirkan, penjahat siber kini tidak hanya mengandalkan email palsu, tapi juga melakukan panggilan telepon dengan menyamar sebagai tim dukungan Google. 

Banyak pengguna yang tertipu karena tampilan pesan yang meyakinkan dan berujung menyerahkan informasi penting, seperti kata sandi dan data pribadi lainnya.

Meski autentikasi dua faktor (2FA) telah banyak digunakan, Google mengingatkan sistem ini juga tidak sepenuhnya aman. 

Peretas kini kerap meniru halaman login resmi dan menjebak korban untuk memasukkan data 2FA mereka secara tidak sadar.

Statistik menunjukkan sebanyak 64% pengguna tidak rutin mengganti kata sandi mereka. Artinya, sebagian besar dari kita berisiko tinggi, terutama jika belum memperbarui kata sandi dalam satu tahun terakhir.

Untuk perlindungan maksimal, Google menyarankan pengguna menggunakan pengelola kata sandi independen (bukan yang terintegrasi di browser) serta mengganti metode 2FA dengan aplikasi autentikator yang menghasilkan kode dinamis setiap kali dibutuhkan.

Langkah penting lainnya adalah membuat dan mengaktifkan kunci sandi, fitur keamanan berbasis biometrik seperti sidik jari, pengenalan wajah, atau PIN. 

Metode ini jauh lebih tahan terhadap serangan phishing karena tidak dapat ditransfer atau diserahkan begitu saja kepada pihak lain.

Sayangnya, hanya sekitar 34% pengguna di Amerika Serikat (AS) yang telah menggunakan kunci sandi. 

Google menekankan, jika perangkat Anda sudah mendukung kunci sandi namun masih diminta memasukkan kata sandi secara manual, sebaiknya jangan lanjutkan proses login tersebut karena bisa jadi itu adalah jebakan.

Sebagai langkah pencegahan tambahan, selalu waspadai tautan yang dikirim via email atau pesan teks, meskipun terlihat seperti berasal dari Google. 

Tetaplah masuk ke akun Gmail melalui situs resmi atau aplikasi yang terpercaya.
 

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close