Nusantaratv.com - Google, perusahaan di bawah naungan Alphabet Inc., dilaporkan telah menandatangani kesepakatan rahasia dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) terkait penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Mengutip laporan The Information, Rabu (29/4/2026), perjanjian ini memungkinkan Pentagon memanfaatkan model AI milik Google untuk berbagai "tujuan pemerintah yang sah".
Langkah ini menempatkan Google sejajar dengan perusahaan AI lain seperti OpenAI dan xAI, yang sebelumnya juga telah menjalin kerja sama serupa untuk kebutuhan rahasia pemerintah.
Teknologi AI tersebut disebut akan digunakan dalam jaringan khusus berkeamanan tinggi guna menangani berbagai tugas sensitif, mulai dari perencanaan misi hingga penargetan dalam operasi militer.
Pada 2025, Pentagon diketahui telah menandatangani kontrak bernilai hingga US$200 juta dengan sejumlah perusahaan AI terkemuka, termasuk Anthropic, OpenAI, dan Google.
Tujuannya adalah memastikan fleksibilitas dalam pengembangan pertahanan tanpa terlalu dibatasi oleh peringatan penggunaan AI berisiko.
Dalam kesepakatan tersebut, Google juga diwajibkan menyesuaikan sistem pengamanan dan filter AI sesuai permintaan pemerintah.
Meski demikian, kontrak itu menegaskan teknologi AI tidak boleh digunakan untuk pengawasan massal domestik atau pengoperasian senjata otonom tanpa pengawasan manusia.
Namun, terdapat klausul penting yang menyatakan perjanjian ini tidak memberi hak kepada pihak mana pun untuk mengontrol atau memveto keputusan operasional pemerintah yang sah.
Hingga kini, laporan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Baik pihak Alphabet maupun Departemen Pertahanan AS belum memberikan tanggapan resmi.
Sementara itu, juru bicara Google Public Sector menyebut kesepakatan terbaru ini merupakan pembaruan dari kontrak yang sudah ada sebelumnya.
Sebelumnya, Reuters juga melaporkan Pentagon mendorong perusahaan-perusahaan AI besar untuk menyediakan teknologi mereka di jaringan rahasia dengan pembatasan yang lebih longgar dibandingkan penggunaan komersial.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh