Gegara Tulis Status 'Saya Tidak Suka Pria', Influencer Ini Divonis 5 Bulan Penjara

Nusantaratv.com - 28/10/2021 16:01

Penulis buku dan influencer asal Turki, Pinar Yildirim. (Cumhuriyet)
Penulis buku dan influencer asal Turki, Pinar Yildirim. (Cumhuriyet)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Pinar Yildirim, seorang penulis buku dan influencer asal Turki, divonis lima bulan penjara. Dia dinilai menghina pria.

Dikutip dari Daily Star, Kamis (28/10/2021), dalam sidang pengadilan terungkap, vonis dijatuhkan kepada Pinar sebab dia memposting status 'Saya tidak suka pria'.

Tak terima terhadap tuduhan itu, Pinar langsung menyatakan banding usai putusan vonis. Dia akan dimasukkan ke dalam penjara jika kembali kalah dalam proses banding.

Pinar menegaskan, memenjarakan seorang wanita karena tweet ini tidak masuk akal. Menurutnya, perempuan sudah lama dipermalukan, dihina, dan dilecehkan.

Dan, lebih mengejutkan lagi, kata Pinar, dirinya dijatuhkan hukuman karena sesuatu yang tidak dia lakukan. Sangat mengejutkan dia karena ada pembelokan masalah. Pinar mengungkapkan dirinya memposting status 'Saya masih suka pria', namun mengapa yang dipermasalahkan 'Saya tidak suka pria'.

"Ini bisa dilihat dari status yang di-tweet secara online hingga hari ini," ucap Pinar.

Baca Juga: Rachel Vennya dan Misteri Mobil Nopol RFS

Dia memutuskan memposting tweet ke 1,9 juta pengikutnya setelah pernyataan otoritas media Turki menyiratkan menonton Netflix mendorong homoseksualitas.

Pinar menambahkan RTUK (Radio and Television Supreme Council) membuat pernyataan jika konten Netflix mendorong homoseksualitas. "Mereka menghapus karakter gay dari serial bernama Ask 101 (Love 101)," tambahnya.

"Saya memposting tweet ini berdasarkan itu. Orang yang berakal tahu jika menonton TV, dia tidak akan menjadi gay," ucapnya.

Namun yang mengejutkan ketika dia sampai di pengadilan, tweet-nya 'Saya masih suka laki-laki' telah diubah menjadi 'Saya tidak suka laki-laki' dalam file kasus. "Kasus ini sedang dalam proses banding," tuturnya kepada Newsflash.

Dia mengklaim jika hukumannya adalah kasus yang belum pernah terjadi sebelumnya di Turki. "Secara sistematis, tweet saya sudah dilaporkan ke polisi oleh kelompok tertentu. Saya pergi ke kantor polisi hampir setiap pekan untuk bersaksi," imbuhnya.

"Orang-orang melihatnya seolah-olah tidak ada yang akan keluar dari kasus ini, dan semua orang terkejut," tukas Pinar.

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in