Elon Musk Tunda Beli Twitter, Ini Kata CEO

Nusantaratv.com - 15/05/2022 21:53

Elon Musk. (Net)
Elon Musk. (Net)

Penulis: Maulana

Nusantaratv.com - Tak berselang lama usai Elon Musk mengatakan dirinya bajak menunda proses pembelian Twitter, CEO Twitter Parag Agrawal menyatakan ia masih memperkirakan penjualan akan berhasil. Meski begitu, ia tetap bersiap untuk semua skenario.

Dalam kicauannya, Agrawal tak secara rinci menyebutkan komentar Musk soal penundaan pembelian. Ia mengatakan deal ini bisa saja gagal tapi sebagai CEO ia tetap akan memimpin perusahaan.

"Meskipun saya mengira kesepakatan akan tercapai, kita harus siap untuk semua skenario dan melakukan apa yang tepat untuk Twitter," ujar Agrawal, Minggu (15/5/2022).

"Saya bertanggung jawab untuk memimpin dan mengoperasikan Twitter, dan tugas kita adalah membangun Twitter yang semakin kuat setiap harinya," imbuh dia.

Musk sebelumnya mengatakan akan menunda pembelian Twitter sampai ia mendapatkan informasi tentang berapa banyak akun bot dan spam yang ada di Twitter. Berdasarkan laporan keuangan Twitter pada Q1 2022, jumlah akun spam dan bot diklaim kurang dari 5%.

Padahal, menyingkirkan akun bot dan spam merupakan salah satu fokus Musk untuk membenahi Twitter. Sebagai pemilik baru Twitter, Musk mengatakan ia akan mengotentikasi pengguna sebagai manusia nyata untuk memberantas aktivitas tidak autentik.

Tapi, mengutip CNBC, CEO SpaceX dan Tesla ini tidak bisa membatalkan proses akuisisi ini begitu saja. Ia harus membayar biaya pembatalan sebesar USD1 miliar dan terancam digugat karena melanggar kontrak.

Komentar Agrawal datang sehari usai Twitter mengumumkan akan menghentikan perekrutan karyawan, membatalkan tawaran kerja, dan menghemat pengeluaran. Perusahaan berlogo burung ini juga merombak manajemen dengan mendepak dua eksekutif.

"Industri kami sedang berada dalam lingkungan makro yang sangat menantang -- saat ini," tuturnya.

"Saya tidak akan menggunakan kesepakatan ini sebagai alasan untuk menghindari pengambilan keputusan penting untuk kesehatan perusahaan, begitu pula pemimpin lainnya di Twitter," sambung Agrawal.

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in