Nusantaratv.com - Pendiri sekaligus CEO Xiaomi, Lei Jun, mengambil langkah tidak biasa untuk menjawab gelombang kritik viral terhadap mobil listrik terbaru Xiaomi, YU7.
Pada 3 Januari 2026, Lei Jun menggelar siaran langsung selama hampir lima jam, menghadirkan para insinyur Xiaomi untuk membongkar SUV YU7 secara langsung di depan kamera.
Siaran ini menjadi respons terbuka Xiaomi terhadap berbagai tudingan dan potongan video viral yang ramai beredar di media sosial. Lei Jun menegaskan tujuan utama live tersebut adalah meluruskan kesalahpahaman publik sekaligus menunjukkan kualitas teknik dan material YU7 secara transparan.
"Saya ingin semua orang melihat secara langsung di mana letak tanggung jawab kami dalam membuat mobil," ujar Lei Jun dalam siaran tersebut, seperti dikutip dari CarNewsChina, Senin (5/1/2026).
Dalam siaran langsung itu, Lei Jun membahas satu per satu isu yang ramai diperdebatkan, mulai dari klaim jangkauan 1.300 km, isu "pengereman instan di kecepatan 200 km/jam", hingga video viral yang memperlihatkan roda YU7 terlepas saat tabrakan.
Terkait jarak tempuh, Lei menjelaskan dimana pernyataannya sebelumnya merujuk pada akumulasi jarak dengan satu kali pengisian menengah, bukan satu kali pengisian penuh seperti yang disalahartikan di internet.
Sementara soal pengereman ekstrem, dia menegaskan klip tersebut berasal dari uji pabrik SU7 Ultra dan telah diedit secara selektif sehingga menyesatkan.
Adapun video roda terlepas, Lei menegaskan jika itu bukan cacat produksi, melainkan bagian dari desain keselamatan. Mekanisme pelepasan roda justru dirancang untuk mengurangi tekanan ke kabin dan mengalihkan gaya benturan demi keselamatan penumpang.
Lei Jun juga membantah rumor yang menyebut Xiaomi melarang petani menjual produk mereka. Menurutnya, isu tersebut berasal dari kesalahpahaman terkait penindakan akun jahat, bukan pembatasan perdagangan.
Konten viral lain seperti "insiden sabuk hijau" disebut sebagai video yang dimanipulasi secara sengaja untuk menyerang Xiaomi. Karena itu, kolom komentar siaran langsung sempat ditutup sementara untuk mencegah trolling terkoordinasi, sebelum akhirnya dibuka kembali agar penonton bisa berinteraksi langsung.
Lei Jun menekankan YU7 adalah SUV listrik segmen menengah, sehingga tidak adil jika dibandingkan dengan kendaraan premium berharga 1-2 juta yuan (sekitar US$285.965). Dia juga menyoroti penggunaan baja berkekuatan tinggi 2.200 MPa, hasil pengembangan bersama tim riset Wang Guodong, yang termasuk material terkuat yang digunakan pada mobil produksi massal.
Terkait kritik soal penafian berukuran kecil dalam materi promosi, Lei mengakui jika praktik tersebut lazim di industri, namun berjanji akan memperbaikinya agar tidak dianggap menyesatkan konsumen.
Dalam siaran yang sama, Lei Jun mengungkapkan performa bisnis Xiaomi Automobile. Sepanjang 2025, Xiaomi berhasil mengirimkan 410.000 kendaraan, dan menargetkan 550.000 unit pada 2026, angka yang menurutnya ambisius namun tetap realistis.
SUV YU7 merupakan kendaraan listrik utama kedua Xiaomi setelah SU7. Pembongkaran langsung ini menjadi langkah publik pertama Xiaomi Automobile untuk menghadapi kritik viral secara terbuka, sekaligus memperkuat citra transparansi dan kepercayaan terhadap kualitas produknya.
Lei Jun menutup siaran dengan mengajak publik dan media untuk memberikan ulasan yang adil, berbasis data, dan sesuai segmen, seraya menegaskan Xiaomi siap menjawab setiap pertanyaan secara terbuka.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh