Di Rakornas ATSDI, Nurdin Tampubolon Serukan Setop Monopoli-Kartel Penyiaran RI

Nusantaratv.com - 02/11/2021 09:52

Ketua Dewan Pembina ATSDI Nurdin Tampubolon.
Ketua Dewan Pembina ATSDI Nurdin Tampubolon.

Penulis: Mochammad Rizki

Nusantaratv.com - Asosiasi Televisi Siaran Digital Indonesia (ATSDI) melaksanakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ATSDI 2021 di Hotel Grand Sunshine, Bandung, Jawa Barat pada 1-3 November 2021. Ketua Dewan Pembina ATSDI Nurdin Tampubolon turut hadir secara virtual dan memberikan sambutan sekaligus arahan kepada seluruh peserta Rakornas.

Nurdin berharap, Rakornas kali ini pada akhirnya mampu mengembangkan seluruh anggota ATSDI. Sehingga mereka bisa berdaya saing, dan mampu bersiaran dengan biaya yang tidak terlalu mahal. 

"Tetapi memberikan suatu impact profesionalitas baik di siarannya maupun di dalam proses aspek dukungan kepada pemerintah maupun aspek bisnis, yang mendukung kelangsungan atau sustainability penyiaran digital tersebut," ujar Nurdin, Senin (1/11/2021). 

Melalui dukungan pihak swasta yang luas serta termasuk ATSDI di dalamnya, Nurdin berharap dunia penyiaran Tanah Air semakin berkembang pesat. Terutama dunia penyiaran digital yang lebih baik, yang bebas praktik monopoli pihak tertentu. 

"Melalui persaingan yang sehat dan tidak adanya monopoli atau praktik-praktik kartel yang selama ini diduga terjadi di dunia penyiaran. Menurut saya, ini harus kita perbaiki di era-era yang akan datang," jelas Nurdin. 

"Kita tinggalkan, kita lupakan model-model tradisi yang lama dengan model yang baru yaitu persaingan sehat dan juga keadilan. Yang dalam hal ini pemerintah yang mengatur daripada fungsi-fungsi, kebijakan- kebijakan yang akan dilakukan untuk semua pelaku dunia usaha penyiaran diperlakukan sama," imbuh Tim Ahli Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin ini. 
 
Nurdin meminta ATSDI mengawal cita-cita dunia penyiaran digital yang lebih sehat tersebut. Ia ingin hal-hal positif yang lahir dari Rakornas, bisa dicatat untuk kemudian disampaikan kepada pemerintah, maupun dijalankan demi kepentingan masyarakat. 

"Saya sebagai Ketua Dewan Pembina merasa bangga dan senang melihat aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh pengurus harian ATSDI dalam Rakornas ini. Rakornas seperti ini perlu dilakukan secara berkelanjutan, untuk meningkatkan profesionalitas, transparansi yang terukur dan juga kebijakan-kebijakan adil dari pemerintah untuk tumbuhnya industri penyiaran-penyiaran baru dan juga diversifikasi dari ownership perusahaan penyiaran di seluruh Indonesia," papar Nurdin. 

Berikut pidato lengkap Nurdin Tampubolon dalam Rakornas ATSDI 2021:

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Salam sejahtera buat kita semua

Izinkan saya memberikan kata sambutan di dalam kegiatan Rakornas ATSDI 2021. Dimana menurut saya sebagai Ketua Dewan Pembina kegiatan ini sangat penting. Karena dari hasil Rakornas ini, nantinya dapat disimpulkan beberapa rekomendasi. Baik buat pemerintah maupun buat para pelaku penyiaran serta untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Kita tahu, bahwa dunia sudah bertransformasi dari analog ke digital sejak tahun 2009. Indonesia satu-satunya yang belum melaksanakan analog switch off.
Sangat disayangkan. Ini adalah PR kita semua, agar Indonesia secepatnya masuk ke dalam era penyiaran digital. 

Coba bayangkan, seberapa banyak kerugian bangsa akibat kita belum masuk di penyiaran digital, yang harus ditanggung oleh rakyat kita sendiri. Walaupun kita terlambat, tidak ada kata lain bahwa lebih bagus terlambat daripada tidak sama sekali. Yang jelas pemerintah sudah melakukan suatu kebijakan melalui Undang-Undang Cipta Kerja tahun 2020. Bahwa, digitalisasi penyiaran paling lambat tanggal 2 November 2022 Artinya, kira-kira setahun lagi dari sekarang. 

Nah, sekarang seluruh masyarakat Indonesia, baik praktisi maupun masyarakat akademisi dan juga pemerintah harus sungguh-sungguh mendukung digitalisasi ini. Kita melihat dari segi kesiapan pemerintah, kesiapan para swasta atau para praktisi penyiaran semua sudah bisa terpenuhi untuk melakukan analog switch off ini. Bahasa singkatnya, walaupun sekarang dilakukan analog switch off sebenarnya sudah tidak ada masalah. 

Sudah tersedia kanal-kanal semuanya. Apalagi masih ada tempo setahun lagi, kesiapannya akan semakin mantap dan makin sempurna dalam mendukung digitalisasi ini. 

Beberapa hal yang perlu saya sampaikan, yang pertama, adalah penyelenggara multiplekser di luar dari 12 kota, telah dilakukan dan semuanya sudah bersiaran, termasuk NusantaraTV. Meskipun pendatang baru atau katakanlah penyiaran swasta pertama digital di Indonesia, telah mendapat kepercayaan untuk menjadi penyelenggara multiplekser di Lampung dan di Bali. Dan kami telah melaksanakan itu dengan baik dan sudah bersiaran. 

Yang perlu kita lihat, masih ada di 12 kota di mana masalah-masalahnya dalam hal ini perlu pemerintah secara transparan untuk memberikan kesempatan-kesempatan seluas-luasnya, kepada perusahaan-perusahaan atau praktisi-praktisi dengan seadil-adilnya untuk bisa berpartisipasi di 12 kota AC Nielsen tersebut. Ini juga salah satu yang perlu dikawal oleh ATSDI dalam Rakornas ini. 

Yang ketiga, adalah bagaimana kita menumbuhkan para anggota ATSDI agar bisa mereka berdaya saing dan bisa bersiaran dengan biaya yang tidak terlalu mahal tetapi memberikan suatu impact profesionalitas baik di siarannya maupun  di dalam proses aspek dukungan kepada pemerintah maupun aspek bisnis yang mendukung kelangsungan atau sustainability penyiaran digital tersebut. 

Dengan dukungan swasta yang luas, melalui persaingan yang sehat dan tidak adanya monopoli atau praktik-praktik kartel yang selama ini terjadi di dunia penyiaran. Menurut saya, ini harus kita perbaiki di era-era yang akan datang. Kita tinggalkan, kita lupakan model-model tradisi yang lama dengan model yang baru yaitu persaingan sehat dan juga keadilan yang dalam hal ini pemerintah yang mengatur daripada fungsi-fungsi, kebijakan-kebijakan yang akan diakukan untuk semua pelaku dunia usaha penyiaran diperlakukan sama. 
 
Ini juga nanti yang perlu dikawal oleh ATSDI dengan anggotanya dan bisa disimpulkan di dalam notulen hasil daripada Rakornas ini, yang bisa kita serahkan kepada pemerintah maupun kepada masyarakat indonesia. 

Saya sebagai Ketua Dewan Pembina
merasa bangga dan senang melihat aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh pengurus harian ATSDI dalam Rakornas ini. Rakornas seperti ini perlu dilakukan secara berkelanjutan, untuk meningkatkan profesionalitas, transparansi yang terukur dan juga kebijakan-kebijakan adil dari pemerintah untuk tumbuhnya industri penyiaran-penyiaran baru dan juga diversifikasi dari ownership perusahaan penyiaran di seluruh Indonesia. 

Tugas kita adalah bagaimana seluruh masyarakat Indonesia bisa menikmati siaran TV digital dengan kualitas yang bagus dan dengan harga yang murah. 
Sehingga semua pertumbuhan ekonomi akibat daripada biaya penyiaran yang tidak terlalu tinggi itu akan menjadikan multipliereffect dalam meningkatkan perekonomian di daerah, atau mengurangi biaya dalam hal ini meningkatkan pendapatan masyarakat Indonesia. 

Semakin kompetitifnya harga barang dan jasa karena sudah mengurangi biaya-biaya produksi yang begitu besar yang dilakukan oleh para industri-industri dan praktisi yang menghasilkan barang dan jasa untuk kebutuhan masyarakat bangsa dan negara kita. 

Sekali lagi selamat Rakornas ATSDI tahun 2021. Sukses selalu, dan selalu tetap berpegang pada kepentingan bangsa dan negara, untuk bisa melanjutkan digitalisasi tepat waktu. 

Demi membangun ekonomi yang lebih kompetitif. Artinya ekonomi bangsa Indonesia yang berdaya saing secara global melalui dunia penyiaran dan juga melalui industri-industri yang menghasilkan barang dan jasa dari bidang penyiaran. 

Untuk itu, saya juga mengucapkan terimakasih kepada Pak Geryantika Kurnia sebagai Direktur Penyiaran Kemkominfo yang selalu aktif menberikan masukan-masukan, memberikan kebijakan-kebijakan tentang digitalisasi. Pentingnya digitalisasi untuk bangsa dan negara. 

Sehingga Pak Geryantika ini tidak henti-hentinya menyuarakan digitalisasi dan berkeadilan dalam meningkatkan fungsi-fungsi penyiaran sebagai check and balances pemerintahan. 

Dan juga meningkatkan keterbukaan informasi tetapi tetap harus yang controlable, yang dapat dikontrol oleh Kemkominfo dalam memberikan perizinan-perizinan yang memang hanya dibutuhkan dalam peningkatan stabilitas negara, dalam peningkatan pendapatan bangsa dan negara, peningkatan pendapatan masyarakat dan juga menghidupkan industri-industri penyiaran yang sehat berkeadilan dan berkelanjutan. 

Saya kira itu yang perlu saya sampaikan.
Salam digital! Sukses selalu, dan Tuhan memberkati. 

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Salam sejahtera buat kita semua.

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in