Nusantaratv.com - Bagi Sutarti (56 tahun), warga Manisrenggo, Klaten, Jawa Tengah, keberadaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) amat berarti.
Berkat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) itu, dia bisa terus menguatkan anaknya yang tengah berjuang melawan kanker tulang yang sudah diderita dua tahun terakhir.
"Saya kerja di (dapur) MBG untuk membantu anak saya ke rumah sakit. Penyakitnya jadi kronis. Cuci darah seminggu dua kali," kata Sutarti terbata-bata.
Sebelumnya, sang anak sempat melakukan kemoterapi. Namun, kemoterapi yang sudah berjalan empat kali itu tak bisa dilanjutkan. Alhasil, anaknya terkena gagal ginjal.
Kini, anaknya menunggu terapi radiasi atau radioterapi. Terapi ini dilakukan untuk membunuh sel kanker.
Sebelum bekerja di dapur MBG, Sutarti terpaksa banting tulang sebagai pekerja bangunan. Semua itu dilakukan semata-mata untuk kesembuhan anaknya.
Namun, sebagai pekerja bangunan, penghasilannya tak tentu. Pendapatan tak pasti ini membuat dia tak maksimal untuk membantu merawat sang anak.
Beruntung, ada lowongan untuk bekerja di dapur MBG, tepatnya di SPPG Linlin Solodiran, Losari Solodiran, Manisrenggo, Klaten, Jawa Tengah.
Dan Sutarti bersyukur, lokasi dapur MBG ini tak jauh dari rumahnya. Dia langsung mengajukan lamaran, dan diterima. Jadi, dia bisa bekerja sambil menjaga dan merawat anaknya.
"Alhamdulillah itu dekat dari rumah. Kita bisa ngawasin anak saya yang sakit," katanya.
Sutarti berharap keberadaan dapur MBG dapat terus dipertahankan. Selain karena penghasilannya pasti, dia juga bisa tetap dekat dengan anak dan terus membantu menyemangati kesembuhan sang buah hati.
"Terima kasih Pak Presiden Prabowo (Subianto) saya telah diterima di dapur MBG. Bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga saya. Dan untuk membantu anak saya yang sedang sakit kanker untuk berobat," kata Sutarti.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh