Nusantaratv.com - China semakin serius mengatur industri kendaraan listrik dengan memperketat kebijakan daur ulang baterai lithium-ion.
Aturan baru ini tidak hanya fokus pada limbah, tetapi juga memperluas pengawasan hingga seluruh siklus hidup baterai.
Kebijakan tersebut diumumkan pada 3 April oleh Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi bersama Federasi Koperasi Pemasaran dan Pasokan Seluruh China, sebagaimana dilaporkan oleh CarNewsChina, Minggu (5/4/2026), yang mengutip IT-Home.
Dalam aturan ini, pemerintah menekankan penguatan sistem daur ulang melalui pembangunan infrastruktur pengumpulan, peningkatan kapasitas perusahaan daur ulang, serta penerapan sistem pemantauan berbasis digital.
Produsen Wajib Terlibat dalam Daur Ulang
Pemerintah China mendorong produsen kendaraan listrik dan baterai lithium untuk bekerja sama dengan perusahaan daur ulang. Kolaborasi ini bertujuan membangun jaringan pengumpulan dan fasilitas penyimpanan sementara baterai bekas.
Langkah ini sejalan dengan tren industri kendaraan listrik di China, di mana produsen kini dituntut bertanggung jawab hingga tahap akhir masa pakai baterai, termasuk menyediakan layanan daur ulang.
Perusahaan Daur Ulang Besar Didukung Ekspansi
Dalam kebijakan ini, perusahaan besar seperti China Recycling Group didorong untuk memperluas kapasitas dan mengembangkan model daur ulang yang fleksibel sesuai kebutuhan wilayah.
Fokus pada pemain utama menunjukkan arah industri yang semakin terpusat, terutama dalam proses pemulihan dan pengolahan material baterai.
Sistem Digital Pantau Baterai dari Awal hingga Akhir
Salah satu poin penting adalah penerapan platform digital untuk melacak pergerakan baterai, mulai dari produksi, penggunaan, hingga daur ulang.
China bahkan telah meluncurkan platform pelacakan nasional pada 1 April, yang mewajibkan seluruh pelaku industri mengunggah data baterai secara berkala.
Setiap baterai akan memiliki identitas digital unik, sehingga memungkinkan pengawasan menyeluruh dalam satu sistem terpusat.
Menuju Sistem Siklus Tertutup
Platform ini mencakup produsen baterai, produsen kendaraan listrik, perusahaan perawatan, hingga perusahaan daur ulang. Tujuannya adalah menciptakan sistem manajemen siklus tertutup yang terintegrasi.
Kebijakan terbaru ini melengkapi sistem tersebut dengan memperkuat infrastruktur fisik, seperti jaringan pengumpulan dan standarisasi jalur daur ulang.
Standarisasi dan Pengawasan Lebih Ketat
Pemerintah daerah diminta menerapkan pedoman teknis yang seragam serta mengembangkan model daur ulang yang dapat diterapkan secara luas.
Sementara itu, pemerintah pusat akan melakukan pemantauan berkala untuk memastikan implementasi berjalan efektif.
Target 2026: Industri Lebih Bertanggung Jawab
China juga telah menyiapkan regulasi yang lebih ketat mulai 2026. Aturan ini mewajibkan produsen kendaraan dan baterai untuk bertanggung jawab penuh atas limbah baterai serta membangun jaringan layanan daur ulang.
Langkah ini diambil seiring meningkatnya jumlah baterai bekas, sekaligus untuk memastikan proses penanganan limbah berjalan lebih aman dan terkontrol.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh