Besok ASO Jabodetabek, Masyarakat Disebut Dukung Peralihan ke TV Digital

Nusantaratv.com - 04/10/2022 17:06

Konferensi pers KPID DKI Jakarta.
Konferensi pers KPID DKI Jakarta.

Penulis: Mochammad Rizki

Nusantaratv.com - Masyarakat Jakarta disebut mendukung analog switch off (ASO) atau dimatikannya siaran TV analog untuk beralih ke digital. Ini merupakan data penelitian Komisi Penyiaran Indonesia Provinsi DKI Jakarta (KPID DKI) bersama akademisi dari Universitas Nasional, Universitas Pancasila dan IISIP Jakarta. 

Penelitian ini merupakan upaya monitoring dan evaluasi infrastruktur pelaksanaan penyiaran TV digital di Jakarta.

"Sebagian besar masyarakat Jakarta positif. Sebanyak 57 persen mendukung kebijakan TV digital," ujar tim monitoring dan evaluasi, Nursatyo dalam konferensi pers yang digelar KPID DKI di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (4/10/2022). 

Mayoritas masyarakat Ibu Kota, kata dia juga sudah siap ASO. "Sebanyak 58 persen sudah siap beralih ke TV digital," kata dia. 

Meski begitu, menurutnya pengetahuan terhadap siaran digital masih di bawah 50 persen. Baru 47 persen masyarakat Ibu Kota, kata Nursatyo mengetahui proses digitalisasi. 

"Tapi kapannya (ASO diberlakukan) itu mayoritas belum mengetahui. Sebanyak 39 persen dari responden di Jakarta memiliki pengetahuan rendah terhadap siaran digital," tuturnya. 

Adapun data ini merupakan hasil kuisioner yang disebar tim selama bulan Juli 2022, dengan 150 sampel. Kuisioner didistribusikan secara proporsional di enam wilayah DKI Jakarta, termasuk Kepulauan Riau. 

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sendiri, telah memutuskan melaksanakan ASO di Jabodetabek pada esok, 5 Oktober 2022. 

"Penelitian ini dilakukan untuk melihat kesiapan masyarakat DKI untuk ASO, yang awalnya 25 Agustus," tandas Nursatyo. 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in