Nusantaratv.com-Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI memberikan klarifikasi terkait polemik yang berkembang usai pemberitaan mengenai hubungan antara Bakom dan Indonesia New Media Forum (INMF).
Dalam keterangannya, Bakom menjelaskan bahwa audiensi dengan INMF berlangsung pada Selasa, 5 Mei 2026. Dalam pertemuan tersebut, INMF memperkenalkan organisasinya sekaligus menjelaskan konsep dan mekanisme kerja new media.
Bakom menyebut INMF menyampaikan bahwa media digital yang tergabung dalam forum tersebut memiliki perusahaan, alamat, dan penanggung jawab yang jelas. Mereka juga menyerahkan dokumen bertajuk “New Media Forum 2026” yang memuat daftar sejumlah pelaku new media.
Dalam audiensi itu, Bakom juga menanyakan mekanisme kerja media digital, termasuk penerapan prinsip cover both sides yang selama ini menjadi standar media konvensional. INMF kemudian menjelaskan bahwa mereka menggunakan metode “verifikasi”.
Sehari setelahnya, Bakom menggelar konferensi pers mingguan terkait Program Hasil Terbaik Cepat yang turut dihadiri sejumlah pelaku new media. Dalam forum tersebut, Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menyebut masih ada sejumlah isu yang perlu diselesaikan antara new media, Dewan Pers, dan media konvensional.
Meski demikian, Bakom memandang media digital perlu dirangkul agar kualitas dan standar produknya semakin meningkat.
Dalam penjelasannya, Bakom menegaskan bahwa perubahan lanskap media saat ini berkembang sangat cepat dibandingkan 20 hingga 30 tahun lalu.
“Bakom melihat bahwa realitas media saat ini sudah sangat berubah dan berkembang dibandingkan 20 atau 30 tahun yang lalu. Saat ini setidaknya ada empat jenis media: media konvensional, new media, media sosial, dan media DFK (Disinformasi, Fitnah, Kebencian). Yang menjadi musuh kita bersama adalah media DFK,” tulis Bakom dalam keterangannya, Kamis, 7 Mei 2026.
Bakom juga memastikan tidak ada kerja sama ataupun kontrak dengan INMF maupun media digital yang tercantum dalam dokumen tersebut.
“Saat ini tidak ada kerja sama atau kontrak apapun antara Bakom dengan INMF atau dengan salah satu dari new media yang tertulis dalam dokumen INMF,” lanjut pernyataan itu.
Menurut Bakom, pertemuan dengan pelaku media digital dilakukan untuk membuka ruang komunikasi sekaligus memperluas akses informasi publik di tengah berkembangnya ekosistem media baru.
“Bakom menghormati penuh independensi new media maupun media konvensional. Pertemuan dengan berbagai pelaku new media semata-mata bertujuan membuka ruang komunikasi dan memperluas akses informasi publik. Tidak ada kontrak, arahan editorial, maupun bentuk kemitraan yang mengikat media tertentu untuk mendukung pemerintah,” tulis Bakom.
Polemik terkait New Media Forum sebelumnya mencuat usai sejumlah akun media digital yang disebut dalam forum tersebut membantah memiliki hubungan kemitraan dengan pemerintah. Beberapa media digital menegaskan tetap independen dan tidak terikat kerja sama editorial dengan pemerintah.
Bakom menyatakan terbuka terhadap kritik dan evaluasi terkait polemik yang berkembang di ruang publik.
“Bakom memandang new media sebagai bagian penting dari ekosistem informasi publik yang tetap memiliki independensi masing-masing. Bakom terbuka terhadap kritik, koreksi, dan mekanisme cover both sides sebagai bagian dari demokrasi yang sehat,” tutup Bakom.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh