Nusantaratv.com - Apple dikabarkan tengah menghadapi keterbatasan pasokan DRAM hanya beberapa pekan menjelang peluncuran iPhone 18.
Demi mengamankan kebutuhan komponen, raksasa teknologi asal Cupertino, California, Amerika Serikat (AS) itu disebut mencoba menjalin kerja sama dengan produsen memori asal China, ChangXin Memory Technologies (CXMT).
Namun, upaya tersebut tidak berjalan mulus. Selain harus memperoleh izin dari Pemerintah Amerika Serikat karena CXMT masuk dalam daftar pembatasan perdagangan (entity list), Apple juga dikabarkan meminta harga DRAM yang lebih murah.
Melansir GSM Arena, Jumat (7/8/2026), permintaan itulah yang disebut menjadi batu sandungan dalam negosiasi.
Berdasarkan laporan terbaru, CXMT sebenarnya menyambut baik peluang bekerja sama dengan Apple.
Akan tetapi, perusahaan tersebut menolak memberikan perlakuan khusus dengan tetap menawarkan harga yang sama seperti yang diberikan kepada pelanggan utamanya, termasuk Micron, SK Hynix, dan Samsung.
Langkah CXMT dinilai wajar karena posisi tawarnya saat ini cukup kuat.
Di tengah tingginya permintaan chip memori, Apple justru sedang membutuhkan tambahan pasokan DRAM untuk lini iPhone 18, termasuk perangkat lipat pertamanya yang dirumorkan bakal hadir dengan nama iPhone Ultra.
Di sisi lain, CXMT telah mengantongi kontrak pasokan jangka panjang dengan sejumlah perusahaan teknologi besar asal China, seperti Xiaomi dan Huawei, sehingga tidak memiliki tekanan untuk menurunkan harga demi mendapatkan Apple sebagai pelanggan baru.
Dengan demikian, Apple kini menghadapi dua tantangan sekaligus. Pertama, perusahaan harus memperoleh persetujuan dari pemerintah AS untuk membeli DRAM dari CXMT.
Kedua, Apple kemungkinan harus menerima harga yang ditawarkan apabila ingin segera mengamankan pasokan memori demi kelancaran produksi seri iPhone 18.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh