Akhirnya McDonald's Cabut dari Rusia Gara-gara Perang Ukraina

Nusantaratv.com - 16/05/2022 20:19

McDonald's. (Net)
McDonald's. (Net)

Penulis: Mochammad Rizki

Nusantaratv.com - Waralaba gerai makanan cepat saji McDonald's mengungkapkan telah memulai proses penjualan seluruh restorannya di Rusia mulai Senin (16/5/2022). McDonald's memilih keluar dari negara itu usai lebih dari 30 tahun beroperasi di sana. Keputusan ini diambil menyikapi invasi Rusia ke Ukraina.

Sebelumnya, perusahaan itu telah menutup 847 restorannya di Rusia pada Maret lalu. Adapun keputusan penjualan aset itu juga dilakukan di Pushkin Square yang menjadi wilayah pusat kota Moskow--ibu kota Rusia.

"Krisis kemanusiaan yang disebabkan oleh perang di Ukraina, telah membuat McDonald's menyimpulkan bahwa kepemilikan bisnis berkelanjutan di Rusia tidak dapat lagi dipertahankan," tulis keterangan McDonald's, Senin (16/5/2022).

Perusahaan ingin menjual semua restorannya di Rusia kepada pengusaha lokal. Namun, McDonald's menyatakan akan tetap mempertahankan merek dagangnya.

Mengutip Reuters, penjualan aset di Rusia menandakan kemunduran merek dagang Barat di negara itu. McDonald's sempat menjadi simbol kapitalisme Amerika yang berkembang di Uni Soviet.

Pada 1990, restoran pertama dibuka di negara itu dan dihadiri 5 ribu lebih orang saat pembukaan.

McDonald's sebelumnya mencatat kerugian sebesar US$127 juta atau setara Rp1,84 triliun (kurs Rp14.500 per dolar AS) akibat perang Rusia-Ukraina.

Di samping menutup usaha di Rusia, McDonald's juga menutup sementara 108 gerainya di Ukraina dengan alasan keamanan. Gerai makanan di Rusia dan Ukraina itu berkontribusi sekitar 2 persen dari total penjualan global.

Dari sisi pendapatan operasional, gerai-gerai di kedua negara berkonflik itu malah menyumbang tiga persen. Adapun kerugian McDonald's sebesar US$127 juta juga akibat biaya sewa, biaya pemasok, dan upah karyawan, termasuk US$100 juta lainnya untuk bahan persediaan yang tak terjual.

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in